SpaceX Elon Musk Ditolak di Papua, Batam Siap Tampung
. (Sumber: BBC)

Elangnews.com, Jakarta – Masyarakat di Kawasan bersedia menerima Perusahaan Elon Musk, dan Roscosmos Menjadi Bandar Antariksa () di daerah mereka. Hal ini disampaikan Himpunan Masyarakat Adat Pulau-Pulau Rempang Galang (HIMAD PURELANG).

Iskandar Sitorus, Ketua Pendiri Himad Purelang mengatakan pihaknya akan memfasilitasi lahan untuk SpaceX membangun Bandariksa. Karena kata Iskandar, masyarakat di Batam menilai, tempat mereka cocok menjadi bandar antariksa. “Itu yang memberanikan kami untuk bersedia menjadi tempat pilihan baik bagi SpaceX maupun Roscosmos,” ujarnya dalam keterangan resmi, (18/03).

Menurut Iskandar, mereka ingin mendukung rencana pemerintah namun tetap memperhatikan warganya. Apalagi peluang tanah negara yang sedang kami mohonkan tersebut akan diberi kepada masyarakat yang tergabung dalam Himad Purelang sedang berproses di Kementerian ATR/BPN RI.

Baca Juga:   Ini Orang yang Berani Bajak Akun Twitter Elon Musk, Bill Gates hingga Barack Obama

Apalagi sejak bulan Desember 2020 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan sedang menjajaki potensi kerja sama dengan Elon Musk yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui sambungan telepon.

“Itu faktor utama sehingga kami mengajukan tawaran ini. Wilayah 52 pulau-pulau itu sangat ideal karena dikelilingi laut serta berbatasan dengan banyak negara tetangga, Singapura, Malaysia dan Vietnam, ujarnya.

Iskandar juga menjelaskan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia (Lapan) pernah menyebut bahwa kehadiran “Pulau Antariksa” akan meningkatkan perekonomian, terutama ekonomi lokal warga sekitar.

Baca Juga:   Hubungan Twitter dan Pemerintah India Memanas, Pengguna Beralih ke Aplikasi Koo

Bagi Himad Purelang, potensi dari rencana SpaceX yang akan meluncurkan 12.000 satelit pada tahun 2026 untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi melalui Starlink adalah sesuatu keuntungan besar bagi kemanusiaan. Khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Iskandar berharap, pembangunan pabrik dan bandariksa SpaceX, dan Roscosmos bisa dibangun di Batam. “Semoga pemerintah, SpaceX, Tesla dan Roscosmos bisa mewujudkan ide-idenya dengan memikirkan penawaran kami ini agar bisa membantu peningkatan kualitas peradaban manusia,” katanya.

Sebelumnya, warga Papua menolak pulai Biak dijadikan tempat SpaceX. Masyarakat Papua menolak usulan pemerintah itu, karena dianggap berdampak buruk dan bisa menghancurkan ekosistem di Pulau Biak.
(tup/red)