Penelitian Terbaru: Virus Covid-19 Mampu Bertahan 3 Hari di Pakaian
Seorang peneliti dari De Montfort University di Leicester. (Sumber: De Montfort University)

Elangnews.com, London – Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa pakaian bisa menjadi media penularan . Sebuah studi yang dilakukan peneliti Universitas De Montfort University di Leicester, Inggris menemukan bahwa varian virus dapat bertahan pada kain berbahan katun yang biasa dipakai masyarakat, hingga tiga hari.

Peneliti di De Montfort telah melakukan pengujian varian virus Covid-19 tersebut pada kain tekstil berbahan , polikatun dan . Hasil menunjukkan poliester memiliki risiko tertinggi.

Ahli mikrobiologi Dr Katie Laird, yang memimpin proyek penelitian tersebut, menjelaskan bahwa poliester, polikatun dan 100% katun, merupakan bahan yang biasa digunakan dalam seragam tenaga kesehatan. Itu artinya, tenaga kesehatan dapat membawa virus Covid-19 lewat pakaiannya, dan berpotensi menularkan virus ke keluarganya. “Menimbulkan risiko penularan,” kata Laird, seperti dikutip dari BBC, (25/2).

Dari tiga bahan tadi, poliester memiliki tingkat risiko penularan tertinggi. Virus Covid-19 yang menempel pada kain poliester mampu bertahan selama tiga hari. Di kain berbahan 100% katun, virus dapat bertahan selama 24 jam. Sementara pada kain berbahan polikatun, virus hanya bertahan selama enam jam.

Baca Juga:   Ketua Gugus Tugas Doni Monardo Positif Terpapar Virus Covid-19

“Ketika pandemi pertama kali dimulai, sangat sedikit pemahaman tentang berapa lama virus corona dapat bertahan hidup di tekstil,” kata Laird, yang juga ketua kelompok penelitian penyakit menular di De Montfort University.

Menurut Laird, temuan mereka telah menunjukkan tiga bahan tekstil tersebut yang paling umum digunakan tenaga kesehatan dan menimbulkan risiko penularan virus. “Jika perawat dan petugas kesehatan membawa pulang seragam mereka, mereka bisa meninggalkan jejak virus di permukaan lain,” katanya.

Cara Mengatasi Penularan Melalui Kain

Selain meneliti lama hidup virus Covid-19 di pakaian, studi tersebut juga melihat metode pencucian paling efektif untuk menghilangkan virus di pakaian berbahan 100% katun. Para penelti menemukan, kalau air sudah cukup untuk menghilangkan virus di semua mesin cuci yang diuji.

Baca Juga:   Ketua Gugus Tugas Doni Monardo Positif Terpapar Virus Covid-19

Asalkan suhunya 67 derajat Celcius. “Cara lain, dalam kasus ini, hanya ketika deterjen digunakan dan suhu 40 ° C atau lebih, virus dapat dihilangkan sama sekali,” kata Laird.

Sayangnya menurut Laird, belum ada pedoman tentang pencucian seragam tenaga kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan penularan Covid-19 melalui pakaian. Pada umumnya, para tenaga kesehatan mencuci pakaian mereka sendiri di rumah.

Menurut Laird, penelitian ini memperkuat rekomendasi dia sebelumnya, bahwa semua seragam perawatan kesehatan harus dicuci di rumah sakit atau di satu industri khusus. “Metode pencucian ini diatur dan perawat serta petugas kesehatan tidak perlu khawatir tentang kemungkinan membawa pulang virus,” katanya.
(tup/red)