Karena TikTok, Starbucks Pecat Baristanya
Ilustrasi . (Sumber: Pixabay/antonbe)

Elangnews.com, Indiana – Aplikasi TikTok bisa membuat orang menjadi terkenal. Tetapi di sisi lain, TikTok juga membuat orang apes. Itulah yang dialami Eli, seorang Barista di Kota Mishawaka, Indiana, Amerika Serikat. Karena kelakuannya yang merugikan perusahaan, Starbucks memecat Eli.

Ceritanya, mahasiswa berusia 19 tahun itu sering melakukan lelucon kepada para pelanggan Starbucks yang sering mengeluh dan merekamnya ke dalam video. Lalu mengunggahnya di aplikasi TikTok.

Beberapa kali Eli membuat jengkel pelanggan karena candaanya. Misalnya di September tahun lalu, seorang pelanggan Starbucks memesan air panas. Tetapi Eli malah memberikannya air dingin. Ketika pelanggan komplain, Eli membuang air dingin tadi di belakang pelanggan.

Aksi lain, seorang pelanggan memesan minuman dengan ekstra whipping cream. Eli malah memberikan whipping cream dengan takaran yang banyak, menyebabkan minuman menjadi berbusa.

Canda-candaan tersebut diabadikan Eli di aplikasi TikTok. Unggahannya mendapat 60 ribu like dan 400 ribu viewer. Pihak Starbucks pun menegur Eli dan memintanya menghapus video tersebut di Oktober 2020.

Pekan lalu, Eli kembali mengunggah video-video tersebut di Tiktok. Videonya viral. Kali ini, Eli bablas. Starbucks tidak bisa lagi memaklumi ulah Eli. Starbucks pun memecatnya, meskipun Eli sudah menghapus video TikToknya untuk kedua kali.

“Saya meminta maaf (ke Starbucks) dan saya coba menjelaskan bahwa ini sama sekali tidak merusak perusahaan,” kata Eli seperti dikutip dari BuzzFeed News, (24/03).

Karena sudah kelewatan, Starbucks menolak permintan maaf Eli. Pasalnya, perilaku Eli telah mengecewakan pelanggan dan merusak citra Starbucks.

Eli berusaha menghubungi kembali manajer distrik Starbucks agar bisa dipekerjakan kembali. Sayang, usaha Eli kandas.

“Saya tidak membenci Starbucks dan saya sangat suka bekerja di sana. Saya benar-benar kesal dengan cara mereka memperlakukan saya dalam proses pemecatan. Saya tidak tahu itu akan terjadi dan saya tidak berharap itu terjadi,” ujarnya menyesal.
(tup/red)