Hubungan Twitter dan Pemerintah India Memanas, Pengguna Beralih ke Aplikasi Koo
Logo aplikasi Koo dan Twitterdi layar ponsel. (Reuters/Dodo Ruvic)

Elangnews.com, News Delhi – Hubungan pemerintah India dan Twitter semakin memanas, setelah Twitter menolak memblokir akun penggunanya lebih banyak lagi. Karena konflik belum mereda, pengguna Twitter banyak yang beralih ke aplikasi sejenis buatan lokal, Koo. Bahkan Koo diklaim bisa menyaingi Twitter di India.

Sepanjang 6 sampai 11 Februari 2021 saja, penginstalan Koo melonjak hingga 901.000 pengguna. Aplikasi berlogo anak ayam kuning itu, mirip dengan logo burung di Twitter. Koo berdiri tahun lalu. saat ini sudah memiliki sekitar 2,6 juta pengguna. Sementara pengguna twitter di India berkisar 28 juta akun.

Aplikasi Koo memungkinkan pengguna mengirim unggahan atau posting seperti twitter dalam bahasa Inggris dan tujuh bahasa India. Tidak sedikit, para influencer dan tokoh publik, meminta masyarakat agar beralih ke aplikasi Koo.

Baca:  Galang Rambu Anarki Trending Topic, Netizen Bahas Ini

Pengembang aplikasi Koo adalah Bombinate Technologies Pvt Ltd. Co-founder dan chief executive officer Bombinate Technologies Pvt Ltd, Aprameya Radhakrishna, mengatakan, bahwa tujuan utama startup Koo bukan bersifat politis, melainkan untuk memperluas jangkauan media sosial ke demografi yang lebih luas.

“Kami sedang membangun untuk 100% India dan bukan hanya 1% teratas. Anda mungkin tidak dapat mengikuti Elon Musk di Koo, tetapi Anda dapat terhubung dengan orang India yang berbicara dan menulis dalam banyak bahasa,” kata Radhakrishna seperti dikutip dari media setempat, ndtv.com (17/02).

Baca:  Aplikasi Clubhouse masih IIegal di Indonesia

Sebelumnya, pemerintah India meminta Twitter menutup akun penggunanya yang menyebabkan provokasi dan gerakan politik gaduh. Awalnya Twitter menolak, tetapi belakangan melakukan pemblokiran akun secara terbatas. Meski demikian, Twitter menolak permintaan pemerintah India agar melarang orang mencuit hal yang politisi dengan alasan kebebasan berekspresi.

Kenaikan mendadak Koo telah memicu kekhawatiran privasi atas pengumpulan data pribadi di India. Tidak ada jaminan keamanan data bagi para pengguna. Apalagi salah satu investornya berasal dari adalah Cina.
(tup/red)

Berita Sains & Teknologi : Hubungan Twitter dan Pemerintah India Memanas, Pengguna Beralih ke Aplikasi Koo, ElangNews.com.