Bahaya, Salju di Puncak Jaya Wijaya Hilang di 2025
Ilustrasi (Sumber: chunpage.blogspot.com)

Elangnews.com, Jakarta – Meskipun Indonesia adalah negara dengan iklim tropis, tetapi masyarakat masih bisa menjumpai bongkahan es, mirip salju, di Puncak Gunung Jaya Wijaya Papua. Sebelum di 2025, es-es tersebut akan hilang dari Puncak Jaya.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika () Dwikorita Karnawati, penyebab hilangnya es di Puncak Jaya, karena dampak pemanasan global yang semakin nyata di Indonesia.

“BMKG memprediksi tutupan es di Puncak Jaya, Papua, akan sepenuhnya hilang di 2025. Sudah akan hilang, jadi tentunya kalau Puncak Jaya Wijaya sudah tidak ada esnya, artinya pemanasan global benar-benar telah terjadi serius, dan siap-siap cuaca ekstrem itu akan menjadi hal yang normal,” kata Dwikorita dalam pidato kunci peluncuran Dokumen Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim yang dilakukan Bappenas di Jakarta, kemarin.

Baca Juga:   BNPB Ingatkan 30 Pemerintah Daerah Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W, Apa Dampaknya?

Dari penelitian tim BMKG di Puncak Jaya, pada Juni 2010 ketebalan es di sana masih mencapai 31,49 meter. Di 2015, tebal es berkurang sekitar 5,26 meter, dengan rata-rata 1,05 meter per tahun.

Lalu di November 2015 sampai dengan November 2016, tebal es berkurang sekitar 5,7 meter. Salah satu faktor penyebab adalah fenomena El Nino yang kuat.

Baca Juga:   [ VIDEO ] Gempa 5 Detik di Malang Rusak Bangunan dan Patung Gorila Hancur

Di Februari 2021, es puncak Jaya Wijaya kembali menyusut tajam. Ketebalannya menjadi 23,46 meter. Itu artinya susut 18,03 meter dibandingkan dengan pertengahan 2010. Karena itu, BMKG memprediksi es di Puncak Jaya akan hilang di 2025.

Emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia yang meningkat, ikut mendorong hilangnya es dari Puncak Jaya. Belum lagi kejadian kebakaran hutan dan lahan, yang dipicu oleh iklim ekstrem. “Di 2020 merupakan tahun terpanas kedua setelah tahun 2016,” kata mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
(tup/red)