Sumber: akun @yan_widjaya

Elangnews.com, Jagat media sosial Twitter kembali diramaikan dengan unggahan video salah satu pengguna twitter. Kali ini, video tentang angkutan umum tabrak lalu lintas. Insiden tersebut terjadi di sepanjang Jalan KH Hasan, Kel Sukoharjo, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo.

Dari video berdurasi 14 detik yang diunggah akun @yan_widjaya terlihat, supir angkutan umum kejar-kejaran dengan polisi yang mengendarai sepeda motor. Polisi tampak menggerakan tangannya, meminta si supir untuk menepi.

Bukannya mengikuti arahan, supir angkutan umum itu malah menabrak si polisi hingga jatuh terpental. Belakangan diketahui polisi yang menjadi korban tabrakan itu bernama Aipda Ivan Setiarso.

Baca Juga:   Menolak Perintah Militer Lawan Demonstran, 19 Polisi Myanmar Kabur ke India

Tak berselang lama, Kepolisian setempat berhasil mengamankan pelaku berinisial AA, beserta mobil angkutan umum dengan nomor polisi N 7663 UR. Pelaku sendiri merupakan warga Desa Sumberpoh, Maron, Kabupaten Probolinggo berinisial AA. Parahnya saat kejadian, pelaku sedang membawa 6 penumpang.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP R.M. Jauhari dalam konferensi pers pada Rabu (3/2), menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo sedang menggelar Operasi Yustisi di Batas Kota Probolinggo bagian timur (Kec. Dringu). Namun sopir angkutan umum tadi tidak mau dihentikan, padahal AA sedang tak memakai masker.

Viral, Supir Berkaos FBI Tabrak Polisi
Polisi tangkap supir yang menabrak polisi lalu lintas di Probolinggo. (sumber: akun twitter @yan_widjaya)

Karena itu, Aipda Ivan Setiarso mencoba mengejar sampai di Jalan Lumajang dan sejajar dengan kendaraan tersebut lalu memberikan kode untuk berhenti. Tak mau berhenti, pelaku justru menabrak petugas dengan badan mobil sebelah kanan.

Baca Juga:   Hubungan Twitter dan Pemerintah India Memanas, Pengguna Beralih ke Aplikasi Koo

Usai menabrak petugas, pelaku melarikan diri ke arah selatan. “Sedangkan petugas yang menjadi korban segera dievakuasi ke RS Wonolangan untuk segera mendapatkan pertolongan medis”, kata Jauhari.

Karena perbuatannya, AA dikenakan Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 213 KUHP atau Pasal 351 KUHPidana. Ancaman hukumannya sendiri maksimal 15 tahun penjara. “Berkat kesigapan dari petugas gabungan Polres Probolinggo Kota dan Polres Probolinggo, dalam hitungan 5 (lima) jam pelaku dapat kami amankan dan selanjutnya akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
(tupa/red)