Menteri Kumpul di Borobudur, Super Prioritas Terus Digenjot
Menko Marves saat mengunjungi di Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Maritim)

Elangnews.com, Magelang – Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, satu di antara lima distinasi super prioritas (DPSP) yang terus dikembangkan pemerintah. Pemerintah siapkan infrastruktur terpadu untuk kawasan Borobudur.

Untuk Borobudur, Pemerintah Pusat mengimplementasikan konsep pariwisata berkualitas, mulai dari aspek aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi, dan ancillary (fasilitas tambahan).

“Secara khusus, pemerintah berkomitmen untuk menjaga keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ketika mengunjungi Borobudur, Jumat (12/3/2021).

Pejabat lain yang datang ke Borobudur di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian.

Baca Juga:   Luhut Targetkan Sekitar 30 Juta UMKM Naik Kelas pada 2023, Apa Maksudnya?

Menurut Luhut, masalah utama yang tengah dihadapi Candi Borobudur adalah tekanan besar terhadap struktur candi. Peningkatan wisatawan candi yang mencapai 8.000 orang per hari pada 2019 menjadi penyebabnya.

Untuk memastikan agar dampak pelestarian Candi Borobudur ini berkelanjutan, sambung Luhut, Pemerintah akan melibatkan masyarakat secara aktif. “Salah satunya peran mahasiswa, untuk memperdalam studi kawasan Borobudur sehingga tumbuh sense of belonging terhadap kawasan ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Menteri Luhut Targetkan Bali Kebal Covid Juli 2021

Candi Borobudur menyandang beberapa status, yaitu Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional, Kawasan Strategis Nasional, Obyek Vital Nasional, dan terakhir sebagai salah satu DPSP.

Sandiaga dalam kesempatan yang sama mengatakan, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di DPSP Borobudur akan dilakukan dalam tiga pilar strategi, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

“Inovasi dengan memanfaatkan teknologi perlu dilakukan untuk dapat memetakan potensi bisnis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan inovasi, pelaku usaha bukan cuma bisa bertahan tapi juga bisa menangkap peluang bisnis,” ujarnya. (Yat/Red)