vaksin
Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur Anies Baswedan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal tahap kedua kepada pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, DKI Jakarta (18/2). Sumber: Humas Pemprov DKI.

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Ketua Fraksi Rany Mauliani menyebut bahwa pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial Tunai () di DKI Jakarta masih mengalami banyak persoalan.

Hal itu disampaikan Rany saat dikonfirmasi langsung oleh Elangnews.com pada Kamis, 11 Maret 2021.

“Intinya sih BST niatnya baik, karena warga jadi lebih bisa fleksibel dalam memilih apa yang mereka butuhkan, namun pada implementasi di lapangannya masih banyak kendala,” ujar Rani melalui pesan singkat.

Lebih lanjut politisi Gerindra itu menjelaskan salah satu persoalan adalah masih terjadi segelintir oknum yang melakukan pemotongan dana BST.

“Banyak masyarakat yang mengadukan terjadi pemotongan dana bantuan sosial langsung oleh pihak RT/RW,” kata Rany.

Baca Juga:   Dubes Inggris Sayangkan Indonesia Tak Ikut All England, Dubes Indonesia Minta Hentikan Pertandingan

Dia juga menambahkan bahwa tidak semua RT/RW berperilaku koruptif dengan memotong uang BST warga. Proses pendataan masih cukup baik dilakukan oleh RT/RW.

“Jadi tidak bisa dipukul rata kejadian tersebut. Karena dilakukan oleh oknum. Akan tetapi pendataan masih lebih baik bila dilakukan oleh pihak RT/RW,” ucapnya.

Rany yang juga anggota Komisi E DPRD DKI bidang kesra menilai, warga yang mengalami pemotongan uang BST sebagian besar tidak berani melapor dikarenakan merasa sudah dibantu untuk mendapatkan bantuan itu.

“Masyarakat menerima potongan itu karena merasa dari pada tidak dapat sama sekali,” ujarnya.

Adapun Bantuan Sosial Tunai (BST) merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar. BST DKI Jakarta merupakan Bantuan yang bersumber dari dana APBD DKI Jakarta.

Baca Juga:   Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Aisyiyah Divaksin

Bantuan disalurkan melalui rekening Bank DKI sebesar Rp300.000/bulan. Penyalurannya dilakukan selama 4 bulan, sejak Januari hingga April 2021.

Dikutip dari laman corona.jakarta.go.id diketahui bahwa BST Pemprov DKI sudah disalurkan kepada 1.055.166 warga, yang terdiri dari Jakarta Utara 229.570, Pusat 56.544, Selatan 157.101, Barat 74.684, Timur 532.295, Kepulauan Seribu 5.022.

Namun demikian Rany berharap agar Pemprov DKI aktif menyelidiki persoalan pemotongan bantuan sosial tunai tersebut. Jika oknum semacam itu masih bebas berkeliaran tentu akan merugikan warga yang saat ini masih mengalami kondisi kesulitan akibat dampak . (trd/red)