Ihsanudin, Anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi Partai Gerindra (istimewa)
Ihsanudin, Anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi Partai Gerindra (istimewa)

ELANGNEWS, Bandung– Sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia pada Januari 2020 lalu, praktis seluruh kegiatan formil tatap muka warga terhenti. Termasuk kegiatan belajar mengajar disemua tingkatan juga dialihkan menjadi kegiatan belajar mengajar jarak jauh lewat zoom dan berbagai perangkat webinar lainnya. Dampaknya dikhawatirkan peserta didik merasa jenuh hingga merosotnya prestasi.

Persoalan ini tidak luput dari perhatian Ihsanudin yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi Partai Gerindra. “Tidak jelas, sistem darurat selama ini dalam praktek belajar mengajar ini termasuk output pendidikan yang diterapkan selama ini akan berhasil?” ungkapnya.

Anggota DPRD Jabar yang baru menjabat pada priode pemilihan 2019-2024 ini meminta pemerintah untuk mendengar masukan kalangan masyarakat sipil yang peduli terhadap isu-isu pendidikan.

Hal ini, kata Ihsanudin, agar mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi tantangan proses belajar mengajar di masa pandemi ini. “Isu pendidikan di tengah pandemi sangat kompleks. Diperlukan kehatian-hatian, tapi langkahnya juga harus progresif, inovatif, untuk menyelesaikannya,” ujar anggota dewan dari Dapil Karawang-Purwakarta ini.

Baca:  Kelengkapan Berkas Peserta Lolos Tahap 1 SBMPN Politeknik 2020

Salah satu upaya kolaborasi yang bisa dilakukan, menurut Ihsanudin dinas-dinas terkait di Pemprov harus membuka diri diantaranya dengan banyak mendengar dari perwakilan masyarakat agar mendapat masukan dan ide terkait proses belajar mengajar terbaik untuk anak didik di masa pandemi ini. Harus ada Kolaborasi Semua Pihak Namun Ihsanudin juga memahami, urusan pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya dilevel Pemerintah daerah saja.

“Semua elemen harus berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Jabar yang kompleks ini, karena persoalan tersebut melanda dari pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi” ucap Ihsanudin.

“Saya rasa perlu sinergi antar lembaga seperti Pemerintah pusat, proponsi, kabupaten dan kota, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat untuk peduli seraya ikut memberi opsi-opsi pengajaran terbaik untuk peserta didik, khususnya ketika akan dimulai kembali pendidikan tatap muka,” paparnya.

Baca:  Kelengkapan Berkas Peserta Lolos Tahap 1 SBMPN Politeknik 2020

Meski masih banyak daerah yang berkutat dalam zona merah. Lewat rilisnya kepada ELANGNEWS.COM, Ihsanudin berharap, jika Pemerintah menghendaki dimulainya kegiatan tatap muka di kelas. Maka ia mengingatkan agar diterapkan protokol kesehatan secara ketat di sekolah. Atau bisa juga dapat dilakukan secara bertahap bergelombang mengikuti perkembangan pandemi di suatu daerah tertentu.

Selama ini sistem pengajaran kelas online berjalan apa adanya, pemerintah tetap harus mencari solusi agar akses dan kualitas belajar mengajar tetap berlangsung baik.

“Jangan sampai kita kehilangan satu generasi terkait kualitas SDM yang berkarakter karena menurunnya kualitas, konsentrasi serta intensitas belajar-mengajar aktif. Inovasi pengajaran harus dilakukan, akses internet harus terjamin baik,” ujarnya. (Dd/red)

Berita Regional & Jakarta : Dewan Gerindra Jabar Dorong Pemprov Lakukan Terobosan untuk Selamatkan Pendidikan Saat Pandemi, ElangNews.com.