Anies Baswedan Kuliner Bareng Ariza Patria di Pinggir Jalan
Ariza Patria dan Anies Baswedan menikmati makanan kuliner pinggir jalan di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Foto Twitter

Elangnews.com, Jakarta – Selain dikenal dengan jajanan kue Subuh, Pasar Senen juga terkenal dengan kuliner Nasi Kapau. Tempat kuliner itu selalu ramai dikunjungi warga Jakarta ataupun lainnya, dari masyarakat biasa hingga pejabat termaksud Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ariza Patria.

Baru baru ini, Ariza Patria bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tampak menikmati makanan kuliner pinggir jalan Nasi Kapau di jalan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Ariza Patria dengan Anies Baswedan tampak menikmati makanan kuliner khas Padang, Sumatera Barat. Lewat sosial media pribadinya, ia pun mengeluarkan pertanyaan soal perbedaan antara Nasi Padang dan Nasi Kapau.

“Apa bedanya nasi Kapau dengan nasi Padang?” Tulis Ariza Patria dikutip Elangnews dari sosial media Twitter pribadinya, Jumat (12/2/2021).

Baca:  Gubernur DKI Anies Baswedan: Wajah Baru Senen Hasil Kolaborasi Dinas Bina Marga

“Selamam (10/2) bersama pak gubernur @aniesbaswedan kami makan nasi Kapau di daerah Senen, Jakarta Pusat” tulis lagi.

Anies Baswedan Kuliner Bareng Ariza Patria di Pinggir Jalan
Ariza Patria dan Anies Baswedan menikmati makanan kuliner pinggir jalan di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Foto Twitter

Makanan lezat

Ariza mengatakan bahwa ia sangat menikmati menu makanan yang disediakan di kuliner pinggir jalan. Ia dan Anies Baswedan pun begitu lahap saat menyantap makanan khas Sumatera Barat itu.

“Banyak pengakuan tentang kelezatan makanan di kawasan ini. Saya setuju dengan berbagai testimoni tersebut. Silahkan buktikan,” tulis Ariza Patria.

Rekomendasi

Dengan sosial media, ia merasa terbantu mendapat tempat makanan rekomendasi di Jakarta. Hal itu juga membantu bentuk promosi lewat jejaring lini masa.

“Temen teman, banyak kebiasaan bagus dalam masyarakat kita. Kalau sedang ngumpul kota saling merekomendasikan tempat kuliner dengan berbagai alasan antara lain karena harganya, rasanya, keramahan layanan, kebersihan, keunikan dll,” ujarnya.

Baca:  [Video Animasi] Museum Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Jakarta

“Budaya ini perlu semakin kita hidupkan di media sosial. Apalagi di masa covid 19 ini. Di mana warung warung kuliner banyak yang terdampak bahkan ada yang tutup” sambungnya.

Prihatin

Dengan kondisi Pandemi, Ariza Patria turut prihatin dengan kondisi dan situasi ini. Pasalnya, para pedagang harus ekstra keras memutar otak demi usahanya tetap berjalan.

“Saya membaca berita yang ditulis teman teman wartawan yang memuat keterangan ketua komunitas warteq Nusantara, Bapak Mikroni. Menurut beliu omzet warteq anjlok hingga 90 persen, 20.000 warteq di Jabodetabek terancam akan tutup operasional pada tahun ini,” ujarnya.

Dengan begitu, Ariza Patria berharap dengan adanya sosial media bisa membatu mempromosikan tempat tempat makanan atau kuliner di Jakarta ataupun dikota kota lainnya.