Sabu
Bupati terpilih , NTT, (kiri) dan Wakil Bupati Thobias Uly. (Foto: gatra.com)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Polemik status kewarganegaraan Bupati terpilih Kabupaten , Provinsi Nusa Tenggara Timur, Orient Patriot Riwu Kore, akhirnya membuat pihak Badan Pengawas Pemilu RI melayangkan surat kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Isi surat tersebut tentang pandangan resmi terhadap status Riwu Kore yang tidak memenuhi syarat sebagai calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua, dikarenakan masih tercatat sebagai warga negara .

Seperti dikutip dari Antara, Ketua Bawaslu RI Abhan, SH., MH, mengatakan, “Badan Pengawas Pemilu meminta menteri dalam negeri untuk tidak melantik Orient sebagai bupati Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur”.

Diketahui bahwa pada pilkada serentak 9 Desember 2020 yang lalu, Orient yang merupakan kader PDI Perjuangan merupakan Adik kandung Wali Kota Kupang petahana, Jefri Riwu Kore, ini berpasangan dengan Thobias Uly kader Partai Demokrat.

Baca:  Ini Kronologi Pengungkapan Status Kewarganegaraan Orient Riwu Kore

Pasangan tersebut didukung oleh tiga partai yaitu, , Demokrat dan Gerindra. Keseluruhan memiliki 9 kursi dari total 20 kursi di DPRD Sabu Raijua. Akhirnya mengalahkan kandidat lainnya dengan perolehan suara sebesar 48,3 persen.

Penetapan pasangan calon terpilih telah dilaksanakan berdasarkan keputusan Kabupaten Sabu Raijua Nomor 25/HK.03.1-Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 tertanggal 23 Januari 2021 yang lalu.

Keputusan tegas Bawaslu berdasarkan pada pasal 7 ayat (1) UU Pemilihan Umum, juncto pasal 4 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9/2020, bahwa syarat fundamental harus warga Negara Indonesia (WNI). Selain itu, sesuai dengan UU Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 tahun 2007, menegaskan bahwa apabila seseorang WNI memperoleh kewarganegaraan lain, maka secara otomatis kehilangan statusnya sebagai WNI.

Baca:  Orient Sulit Jadi Bupati, Terganjal Bawaslu

Bahwa, Bawaslu menemukan fakta hukum yang bersumber dari surat Kementerian Luar Negeri Nomor 02992/PK/02/2021/64/10 tertanggal 10 Februari 2021 dan surat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Nomor 00709 tertanggal 10 Februari 2021 yang menyatakan benar laki-laki yang dimaksud adalah warga Negara Amerika Serikat. (trd/red)