Papua
didampingi Konsul RI di Vanimo, Papua Nugini (PNG) Allen Simarmara setibanya di zona netral RI-PNG, Jumat (2/4/2021), setelah dideportasi dari PNG karena masuk secara ilegal melalui jalan setapak. (Foto: ANTARA/Evarukdijati)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Gubernur Papua Lukas Enembe diketahui melakukan kunjungan ilegal ke Papua Nugini (PNG) melalui jalur tikus dan tanpa dokumen yang memadai.

Atas perbuatannya itu, akhirnya, Menteri Dalam Negeri () memberikan teguran tertulis resmi bernomor 098/2081/OTDA tertanggal 1 April 2021 yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik.

“Perlu kami tegaskan bahwa jika kembali melakukan kunjungan keluar negeri tanpa melalui mekanisme sebagaimana peraturan perundang-undangan maka terdapat sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 77 ayat (2) Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014,” demikian bunyi surat teguran tersebut.

Adapun bunyi Pasal 77 Ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2014 yang dimaksud berbunyi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin akan dikenai sanksi pemberhentian sementara selama 3 (tiga) bulan oleh Presiden untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta oleh Menteri untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota.

Baca Juga:   Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid Meninggal Dunia

Diketahui, terkait dengan tata laksana kunjungan ke luar negeri baik kedinasan ataupun untuk alasan penting lain telah diatur dalam UU Nomor 23 tahun 2014 dan Permendagri Nomor 59 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perjalanan Keluar Negeri.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku melakukan perjalanan ilegal tanpa dokumen yang cukup masuk ke wilayah Vanimo, Papua Nugini (PNG) melalui jalan tikus pada Rabu (31/3/2021) dan kembali ke Jayapura pada Jumat (2/4/2021) dengan alasan berobat.

Baca Juga:   Secara Resmi Bawaslu Minta Mendagri Tidak Melantik Bupati Terpilih Riwu Kore

Setelah selesai berobat di Vanimo, Lukas kembali ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jayapura.

“Memang benar saya ke Vanimo (31/3) melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek untuk berobat,” kata Lukas Enembe dikutip dari Antara.

“Saya memang salah karena masuk ke PNG melalui jalan tradisional atau jalan setapak namun itu dilakukan karena terpaksa yakni untuk berobat dan terapi akibat sakit,” ujar Enembe. (trd/red)