BNPB
Sumber: Tangkapan layar Youtube Indonesia.

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelar penutupan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2021 bertajuk 1 Tahun Evaluasi secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 4-5 Maret dan 9-10 Maret 2021 dan siarkan secara terbuka melalui kanal Youtube BNPB Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan () memaparkan pentingnya dokumentasi dan merekonstruksi kebencanaan yang sudah terjadi di Indonesia sebagai dasar acuan dalam menanggulangi bencana di masa yang akan datang.

“Upaya cepat kita harus mendokumentasi pengalaman, merekonstruksi apa yang pernah terjadi. Itu akan menjadi kajian dan bandingan jangan sampai lepas, menjadi mata rantai pengalaman sejarah dalam penanggulangan sejarah,” papar Menko PMK Muhadjir.

Baca Juga:   Ketua Gugus Tugas Doni Monardo Positif Terpapar Virus Covid-19

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah itu juga mencontohkan proses dokumentasi tsunami Aceh 2004 yang tersusun sangat rapi dan sistematis di Southamptown University of London, Inggris.

“Jadi begitu ada bencana mereka mulai mendesain kira-kira apa yang bisa dia dapat sebagai sebuah legacy, sebuah monumen dari peristiwa yang sangat mengguncangkan tersebut, sangat detail. Saya studi banding ke sana dan dokumen yang paling lengkap tentang tsunami Aceh,” cerita Muhadjir.

Baca Juga:   SKB 4 Menteri: Sekolah Tatap Muka Terbatas Dibuka Juli 2021

Menko PMK tidak ingin dokumentasi kebencanaan di Indonesia dan segala literasi tentang hal tersebut justru dipegang oleh negara lain yang mengakibatkan masyarakat harus belajar jauh ke luar negeri.

“Salah satu kelemahan kita adalah dokumentasi. Kalau kita mau belajar sejarah itu nggak ada di kita tapi ada di luar negeri untuk belajar Indonesia seperti ke Leiden, Belanda. Ini tak boleh terjadi lagi paling tidak khusus dalam kaitan bencana ini,” pungkas Muhadjir. (trd/red)