moeldoko
melalui video berdurasi 2 menit 33 detik yang diunggah di akun instagram pribadinya membeberkan alasannya menerima permintaan memimpin Partai versi Deli Serdang. (Foto: instagram)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan () Moeldoko membeberkan alasannya menerima pinangan untuk memimpin yang diunggah melalui akun instagram pribadinya @dr_moeldoko, Minggu (28/3/2021).

“Saya ini orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat, dan kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di tubuh Partai Demokrat,” kata Moeldoko mengawali isi videonya yang berdurasi lebih dari 2 menit itu.

Moeldoko, Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, menilai bahwa situasi perpolitikan nasional saat ini diwarnai dengan adanya pertarungan ideologis yang sangat kaut menjelang 2024.

“Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024, pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali,” Moeldoko kemudian menambahkan, “Ini menjadi ancaman menuju Indonesia emas di 2045.”

Baca Juga:   Yasonna ke SBY-AHY: Jangan Tuding Pemerintah Tanpa Ada Dasarnya

Gejala situasi politik yang demikian itu, lanjut Moeldoko, sudah terlihat di tubuh Demokrat. Sehingga, ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar menjadi Ketua Umum, namun ada yang lebih besar, yaitu menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara.

“Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat di tubuh Demokrat, jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa,” tegas Moeldoko.

Baca Juga:   Yasonna Dongkol dan Gondok kepada AHY, Ini yang Paling Menohok

Itu semua akhirnya berujung pada keputusan Moeldoko menerima permintaan untuk memimpin Demokrat.

Moeldoko juga mengaku bahwa dirinya sudah terbiasa mengambil keputusan yang berisiko, dan meminta tidak ada lagi yang mengaitkan isu ini dengan Jokowi.

“Terhadap persoalan yang saya yakini benar itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani Presiden,” tutur Moeldoko.

“Saya terbiasa mengambil risiko seperti ini apalagi demi kepentingan bangsa dan negara, untuk itu jangan bawa-bawa Presiden dalam persoalan ini,” kata Moeldoko mengakhiri videonya. (trd/red)