Menteri PANRB Imbau Waspadai Calo Seleksi CASN
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi () dalam rapat kerja dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Rabu (24/03). Foto: menpan.go.id

“Yang percaya ikuti website PAN RB dan website daripada BKN, termasuk yang 1 juta PPPK guru website-nya Kemendiknas”

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai keberadaan calo dalam proses seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2021.

Menteri Tjahjo juga menambahkan agar masyarakat berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan janji-janji bisa meloloskan seleksi dengan sejumlah bayaran tertentu.

“Jadi hati-hati terhadap kelompok-kelompok calo yang sekarang sudah mulai gentayangan mencari sasaran. Jangan pecaya,” tegas Tjahjo dalam keterangan pers, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga:   Pendaftaran Calon ASN Mulai Dibuka April 2021

Tjahjo juga menegaskan, tidak ada pungutan biaya dalam seleksi CASN. Pihaknya memastikan proses seleksi CASN sangat terbuka dan mengantisipasi tindakan-tindakan curang dalam proses seleksi CASN.

Untuk menghadapi para calo dan memastikan validitas informasi, Tjahjo meminta kepada seluruh masyarakat untuk berpatokan pada situs-situs resmi pemerintah, seperti situs Kementerian PANRB, BKN, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Yang percaya ikuti website PAN RB dan website daripada BKN, termasuk yang 1 juta PPPK guru website-nya Kemendiknas,” pungkasnya.

Baca Juga:   Menteri Tjahjo: Seleksi Calon ASN Tahun 2021 Perbanyak Tenaga Teknis

Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri PAN RB secara resmi mengumumkan kebutuhan formasi calon aparatur sipil negara () tahun 2021 sebanyak 1.275.387 formasi.

Formasi tersebut terdiri dari 83.669 formasi untuk pemerintah pusat, 1.191.718 formasi pemerintah daerah, termasuk kebutuhan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), PPPK non-guru dan PNS.

“Total kebutuhan ASN 2021 sebanyak 1.275.387 formasi,” jelas Menteri Tjahjo menutup keterangannya, Jumat (9/4/2021). (trd/red)