yusa'
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farchan. (Foto: Dokumen pribadi)

harus lebih inovatif mengembangkan sistem kepartaian berdasarkan tantangan dan kompetisi antar parpol yang keras”

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Keputusan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM () yang menolak permohonan pengesahan kepengurusan DPP Partai periode 2021-2025 hasil Deli Serdang adalah sebuah keputusan yang tepat.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik Citra Institute Yusa’ Farchan melalui keterangan pers yang diterima Elangnews.com, Jumat (2/4/2021).

“Sikap pemerintah ini bisa menjadi energi positif bagi harmonisasi dan akselerasi iklim partai politik yang demokratis ke depan. Pemerintah harus tetap bersikap netral berdasarkan fakta-fakta politik dan hukum yang ada,” ungkap Yusa’.

Kekurangan dokumen seperti surat mandat, unsur kepesertaan dari DPD dan DPC, menurut Yusa’, menunjukkan bahwa KLB versi Deli Serdang memang tidak memenuhi syarat formal dan kelaziman forum kongres partai politik sebagaimana diatur oleh AD/ART.

Baca Juga:   Meragukan Kepemimpinan AHY

Yusa’ menilai, jika pemerintah mengesahkan hasil , maka ini akan menjadi preseden buruk sekaligus ancaman bagi keberlangsungan iklim partai politik yang sehat.

“Kita menginginkan iklim kepartaian yang dinamis dengan derajat otonomi parpol yang kuat, tanpa intervensi tangan-tangan kekuasaan,” pungkasnya.

Dosen Universitas Pamulang itu juga mengingatkan, terselenggaranya Partai Demokrat bulan Maret yang lalu, harus menjadi bahan evaluasi AHY sebagai Ketua Umum agar ke depan mampu mengembangkan kapasitas adaptif terhadap sistem organisasi parpol yang kuat dan demokratis.

Baca Juga:   Moeldoko Cs Resmi Adukan AHY ke Polisi, Diduga Palsukan Akta AD/ART

“AHY harus lebih inovatif mengembangkan sistem kepartaian berdasarkan tantangan dan kompetisi antar parpol yang keras. AHY masih sangat muda, dan masa depan politik nya masih panjang,” kata Yusa’.

Dengan tingkat elektabilitas Demokrat yang terus melorot setiap periode pemilu, Yusa’ mengharapkan AHY bisa mengatasi persoalan itu.

“Tugas berat AHY ke depan adalah bagaimana menaikkan elektabilitas Partai Demokrat dalam momentum Pemilu 2024,” tegas Yusa’

Jika AHY mampu melakukan reformasi manajemen kepartaian yang sehat, lanjut Yusa’, bukan tidak mungkin prestasi Partai Demokrat sebagai pemenang pemilu 2009 bisa terulang. (trd/red)