EIU
Cover depan laporan EIU bertajuk “Democracy Index 2020: In Sickness and In Health?” (www.eiu.com)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Sebuah laporan setebal 75 halaman bertajuk Democracy Index 2020: In Sickness and In Health? diterbitkan oleh The Economist Intelligence Unit [EIU], sayap riset dan analis dari The Economist Group. Ini adalah edisi ke-13, sejak tahun 2006.

Lembaga masyhur yang berdiri sejak tahun 1946 berbasis di London, Inggris ini menetapkan Indeks Demokrasi terhadap 167 negara. Penilaian didasarkan atas 60 indikator yang dikelompokkan ke dalam 5 kategori, yaitu proses pemilu dan pluralisme [electoral process and pluralism], fungsi pemerintahan [the functioning of government], partisipasi politik [political participation], budaya politik [political culture], dan kebebasan sipil [civil liberties].

Setiap negara kemudian diklasifikasikan sebagai salah satu dari empat jenis rezim: demokrasi penuh [full democracy], demokrasi cacat [flawed democracy], rezim campuran [hybrid regime] atau rezim otoriter [authoritarian regime].

Baca Juga:   Presiden Joko Widodo Hadir di Akad Nikah Aurel - Atta, Lokasi Dijaga Super Ketat

Skandinavia, jawara demokrasi dunia
Tidak berlebihan bila negara-negara Skandinavia mendapat gelar jawara demokrasi dunia. Dalam skala 0 – 10, mereka nyaris memperoleh skor sempurna di setiap kategori.

Norwegia, Islandia dan Swedia secara berturut-turut menempati posisi pertama dengan total skor sebesar 9,81, kedua (9,37), dan ketiga (9,26). Posisi selanjutnya ditempati oleh Selandia Baru (9,25), Kanada (9,24), Finlandia (9,20), dan Denmark (9,15).

Bahkan Norwegia meraup skor 10,00 untuk tiga kategori political participation, political culture, dan electoral process and pluralism.

EIU
Sumber: The Economist Intelligence Unit [EIU] dan lokadata.id. 2021.
Demokrasi cacat di Indonesia
The Economist Intelligence Unit [EIU] menempatkan Indonesia di posisi 64 dari 167 negara. Dengan perincian skor masing-masing kategori, sebagai berikut: 7,92 untuk proses pemilu dan pluralism; 7,50 fungsi pemerintah; 6,11 partisipasi politik; 5,59 untuk kebebasan sipil; dan yang terburuk adalah budaya politik dengan skor 4,38.

Baca Juga:   [OPINI] Semangat Revisi UU ITE

Dengan posisi 64 dan total skor hanya sebesar 6,30 maka, Indonesia termasuk jenis negara dengan tipe demokrasi yang cacat [flawed democracy]. Prestasi tersebut menjadi yang terburuk sepanjang 14 tahun kebelakang.

Bahkan diantara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia hanya menempati posisi ke-4 di bawah Malaysia, Timor Leste dan Filipina.

Tentu saja hal tersebut tidak berlebihan, mengingat banyaknya peristiwa yang terjadi sepanjang pemerintahan berkuasa. Penangkapan aktivis, tindak pidana korupsi, hingga brutalitas aparat kepolisian.

EIU juga mengungkapkan soal wacana perpanjangan masa jabatan dan penghapusan pemilihan presiden secara langsung yang menyeruak di tahun 2019 yang lalu. Paling kontemporer adalah tewasnya enam orang anggota Front Pembela Islam [] dan penangkapan paksa Shihab. [trd/red]