yusa'
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farchan. (Foto: Dokumen pribadi)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farchan menanggapi soal dicabutnya dari Daftar Prioritas 2021 bahwa keputusan tersebut menunjukkan, dan kurang sensitif terhadap aspirasi civil society.

“Penyelenggara pemilu () sudah sering menyampaikan keberatannya jika Pilkada serentak tetap dilangsungkan di 2024. Mestinya DPR dan Pemerintah bisa lebih mendengarkan masukan penyelenggara pemilu mengingat beban teknis penyelenggaraan pemilu yang semakin berat jika UU Pemilu tidak di revisi,” papar Yusa’ melalui keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).

Lebih lanjut Yusa’ menjelaskan bahwa dari sisi regulasi, kita butuh design UU Pemilu yang bisa menjawab tantangan kompleksitas pemilu ke depan.

Baca Juga:   Azis Syamsuddin: Galakkan Deradikalisasi di Lingkungan Pendidikan

Design UU Pemilu yang dimaksud tersebut misalnya, terkait kapasitas adaptif sistem pemilu terhadap perkembangan teknologi informasi, basis legal pemilu-pilkada di era pandemi; potensi tingginya invalid votes atau wasted votes; design kelembagaan penyelenggara pemilu yang belum berimbang; presidential treshold; dan lain-lain.

Seperti diketahui, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat kerja bersama DPD RI dan Menteri Hukum dan HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/3/2021), dan memutuskan untuk mengeluarkan RUU Pemilu dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2021.

Baca Juga:   Bom Makassar, Anggota DPR Minta Kapolri Tingkatkan Kewaspadaan di Daerah

“Sejak awal saya belum melihat keseriusan DPR dan Pemerintah untuk melibatkan publik secara luas terutama dari penyelenggara pemilu dalam pembahasan revisi UU Pemilu,” pungkas Yusa’.

Yusa’ menilai keputusan untuk mengeluarkan RUU Pemilu tersebut dilandasi kepentingan pemenangan .

“Penarikan RUU Pemilu dari Daftar Prolegnas Prioritas 2021 mestinya disertai dengan argumentasi yang kuat, berbasis evaluasi pemilu 2019 lalu. Jadi bukan hanya argumentasi politis terkait skenario dan design pemenangan pemilu 2024,” ujar Yusa’ menutup keterangan tertulisnya yang dikirim ke redaksi Elangnews.com. (trd/red)