kominfo
() saat meninjau vaksinasi tahap II bagi awak media di Hall Basket Senayan, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Foto: .go.id/dra

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ( RI) mendukung Program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengenai Akselerasi Transformasi Digital.

Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI, Badikenita Br. Sitepu menyampaikan bahwa DPD mendukung pembangunan Pusat Data Nasional, Pelayanan Publik lewat Smart City, dan Pembangunan Infrastruktur Digital Nasional.

“Kami mendukung satu data melalui pembangunan Pusat Data Nasional untuk memberikan pelayanan satu data dan menunjang Sistem Pemeritahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam pelayanan publik,” ujarnya dalam Rapat Kerja antara PPUU DPD RI dengan Menteri Kominfo di Jakarta, Rabu (24/03/2021).

Terkait dengan Program Kementerian Kominfo untuk pengembangan sumber daya penyelenggara pelayanan publik di daerah, PPUU DPD RI juga menyampaikan apresiasinya atas upaya Kominfo tersebut.

Baca Juga:   Menkominfo: Kurang Dua Tahun TV Analog Harus Beralih ke TV Digital

“PPUU DPD RI sangat mengapresiasi program Kementerian Kominfo baik secara organisasi pemerintahan (termasuk dukungan atas smart city) maupun penyelenggaraan pelayanan publik,” ujar Badikenita.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Johnny, memberikan pandangan dan masukan terkait pengembangan teknologi informatika dan komunikasi dalam peningkatan pelayanan publik.

“Pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indonesia penting untuk menunjang pelayanan publik secara digital yang andal. Demi mewujudkan hal tersebut, Kementerian Kominfo bersama operator seluler nasional senantiasa memprioritaskan perluasan akses internet dan pembangunan infrastruktur digital pada layer backbone, middle-mile, hingga last-mile,” jelas Menteri Johnny.

Seperti sudah diketahui, Kementerian Kominfo saat ini telah membangun layer backbone, Indonesia memiliki 342.239 kilometer national fiber optic backbone yang dibangun serta dikembangkan bersama dengan operator telekomunikasi. 12.229 kilometer di antaranya termasuk Jaringan Palapa Ring.

Baca Juga:   Aplikasi Clubhouse masih IIegal di Indonesia

“Di layer middle-mile, Indonesia memaksimalkan penggunaan teknologi fiber-link network dan juga microwave-link network untuk pengadaan jaringan. Di samping dua teknologi tersebut, Indonesia juga memiliki 5 (lima) satelit telekomunikasi nasional dan mengelola 4 (empat) satelit telekomunikasi asing, dengan total kapasitas sebesar 50 Gbps,” jelas Menkominfo.

Selanjutnya untuk layerlast-mile, Pemerintah bersama dengan operator seluler, telah membangun 533.988 base-transceiver station untuk menyambungkan jaringan middle-mile dengan jaringan mobile broadband atau jaringan seluler di last-mile.

“Selain itu, terdapat fixed broadband yang terdiri dari fiber-to-the-home, Wi-Fi, dan LAN. Teknologi satelit juga membantu mendukung jaringan di layer last-mile,” jelas Menteri Johnny. (trd/red)