nusron
Anggota Komisi VI DPR RI. (Foto: dpr.go.id/Elangnews.com)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Banyak pengusul () tidak bisa menacairkan dananya dari BRI, lantaran kesalahan nomor induk kependudukan (NIK).

Hal itu terungkap saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM di Gedung DPR, Senayan, Kamis (1/4/2021).

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid meragukan teknologi informasi (TI) di BRI dan dinas koperasi di daerah. Padahal, pengusul sudah melampirkan data kependudukannya dengan benar.

Politisi Partai Golkar itu juga mempertanyakan, bagaimana nama-nama pengusul yang merupakan pelaku usaha kecil tidak bisa menerima BPUM dari BRI. Saat diusulkan lewat koperasi tempat bernaung para pengusul, ternyata BRI tak bisa mencairkannya. Ternyata, NIK para pengusul yang mucul di BRI berbeda dengan NIK saat diusulkan koperasi.

“Yang diusulkan di koperasi ketikannya sama dengan NIK, lengkap dengan fotokopi KTP-nya. Tapi ketika pencairan di BRI, NIK-nya berubah,” kata Nusron.

Nusron menambahkan, perubahan itu bukan salah ketik pengusul, tapi prosesnya ketika di koperasi atau di BRI.

“Ini lucu. Data di email koperasinya, NIK dengan fotokopinya sama persis. Tapi, perubahan itu ketika di BRI. Ada perubahan NIK,” imbuhnya.

Nusron kemudian membeberkan data di lapangan. Kabupaten Jepara, dari 40 ribu penerima BPUM, ada 2184 yang diusulkan lewat koperasi. Mereka tidak bisa mengakses BPUM lantaran ada kesalahan NIK yang muncul di BRI.

Ada 31 persen kasus tidak cairnya BPUM, menurut Nusron, karena kesalahan pihak TI BRI. Bagaimana NIK pengusul tiba-tiba tidak sama dengan NIK yang muncul pada printout BRI.

“Bukan karena belum aktivasi atau belum memiliki waktu. Data pengusul dengan NIK dan fotokopi KTP-nya sudah sama persis. Tapi kenapa begitu muncul hasil printout-nya di BRI, kok, beda. Kemudian warga pun menjadi korban. Ini solusinya bagaimana,” ujar legislator dapil Jateng II ini.

Sekali lagi dia menegaskan, kesalahan bukan di pengusul atau penerima. Di Kudus, lanjutnya, ada 1217. Data pengusulnya lengkap. Sudah diserahkan ke BRI cabang Kudus. Tapi, tetap tidak bisa dicairkan, karena beda dengan hasil printout yang ada di BRI. (trd/red)