Kudeta demokrat
Ilustrasi gambar oleh Suray/elangnews.com

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Video pidato Soesilo Bambang Yudhoyono berdurasi hampir 40 menit diunggah pada Rabu (24/2), menjelaskan panjang lebar seputar upaya sekelompok orang yang bertujuan mengganggu kedaulatan dan kepemimpinan Ketua Umum .

menyebut kelompok orang tersebut sebagai Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai (GPK-PD).

Secara terbuka, mantan Presiden RI (2004-2014) dua periode itu menuding nama Kepala Staf Kepresidenan berada di balik upaya kudeta tersebut.

Namun, SBY meyakini bahwa tindakan Moeldoko tersebut berada diluar pengetahuan Presiden dan hanya mencatut nama-nama menteri lain untuk kepentingan pemilihan presiden 2024 yang akan datang.

Baca Juga:   Pembisik 'Benci Produk Asing' Ternyata Mendag Muhammad Lutfi

“Secara pribadi, saya meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh Moeldoko tersebut di luar pengetahuan Presiden ,” kata SBY dalam video tersebut.

SBY kemudian menambahkan, “Saya juga yakin Presiden Jokowi memiliki perilaku yang jauh berbeda dengan pembantu dekatnya itu. Apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu dan merugikan nama baik Presiden Jokowi.”

Perseteruan dua jenderal soal itu sepertinya makin memanas. Moeldoko tidak tinggal diam. Dia membalas pernyataan SBY.

Seperti dilansir dari Antara, Kamis (25/2), sehari setelah video SBY tersebut diunggah ke publik, Moeldoko dengan tegas mengatakan, “Janganlah menekan-nekan saya, saya diam. Jangan menekan. Saya ingin ingatkan semuanya, saya ingatkan, karena saya bisa, sangat mungkin melakukan, apa itu, langkah-langkah yang saya yakini.”

Baca Juga:   Jokowi Sindir Mantan Anak Buahnya, Bagaimana Nasib Vaksin Nusantara?

Dalam video tersebut SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan kader PD agar tidak takut dalam menghadapi situasi saat ini.

“Kalau segelintir kader atau mantan kader itu masih bergentayangan mencari mangsa ke kanan dan ke kiri, katanya juga ada yang bertindak sebagai EO, hadapi dengan sikap yang tegas, usir orang-orang itu,” pungkas SBY dalam video tersebut. (trd/red)