Kisah Menhub Budi Karya yang Berjuang Sembuh dari Virus Corona

ElangNews.com – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, diketahui telah positif terjangkit pada pertengahan Maret lalu. Budi Karya Sumadi pun harus menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Usai sebulan berjuang melawan virua Corona, kini Budi Karya Sumadi sudah mulai pulih. Dikutip dari Kompas.com, Budi Karya Sumadi menceritakan pengalamannya saat berusaha sembuh dari virus Corona saat diwawancarai oleh Rosiasana Silalahi Selasa lalu (5/5).

“Terimakasih tuhan, kepada seluruh teman-teman yang telah mendoakan saya. Teman-teman di SMA Xaverius telah membantu berdo’a, mereka teman satu alumni. Saya sampai meneteskan air mata.”

“Saya juga mendapatkan dukungan dari wartawan, sekitar 45 orang berdo’a dan berkata pada saya agar tidak menyerah. Saya merasa terharu, ternyata masih ada banyak teman-teman yang menginginkan kita bisa bertemu kembali.”

  Google Berniat Buat Aplikasi Smartphone Pelacak Virus Corona

“Dari teman-teman di Universitas Gajah Mada pun juga. Mereka memberikan dukungan yang luar biasa. Mereka memberikan dukungan, jadi teman sekalian yang bukan seumuran saya, 20 tahun, 40 tahun.” aku Budi Karya Sumadi.

Budi Karya Sumadi merasa, bahwa do’a dan segala dukungan yang mengalir padanya seperti sebuah obat penyembuh yang paling mujarab. Sebelumnya, diketahui bahwa Budi Karya Sumadi sempat tak sadarkan diri selama 14 hari saat menjalani masa perawatan.

Usai kondisinya dinyatakan pulih, dirinya memaknai peristiwa yang baru saja dialaminya itu sebagai suatu momentum untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan dalam melawan wabah virus Corona.

  Ini Persyaratan Naik Garuda Indonesia di Saat Pandemi Corona

Kini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sedang mengurus izin operasi untuk moda transportasi dalam mengangkut penumpang antar daerah setelah sebelumnya terbit larangan kegiatan transportasi untuk mencegah arus mudik.

“Intinya adalah penjabaran, bukan relaksasi. Artinya dimungkinkan semua moda transportasi darat, laut dan udara untuk beroperasi dengan mentaati protokol kesehatan.”

“BNPB akan menjelaskan kriterianya, nantinya Menkes dan BNPB bisa menentukan siapa saja yang boleh bepergian. Kegiatan operasinya mulai 7 mei, pesawat segala macam yang berpenumpang khusus, tapi tidak boleh mudik sama sekali.” ungkap Budi Karya Sumadi.

Hal itu berarti bahwa masyarakat tetap boleh bepergian keluar daerah, namun hanya bisa diberikan izin dalam rangka urusan kerja, bisnis dan logistik saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here