Soal Penanganan Virus Corona, Aktivis HAM Kritik Jokowi dan Prabowo

ElangNews.com – Memasuki bulan Mei 2020, pemerintah masih terus berupaya menanggulangi penyebaran wabah yang jumlahnya masih cukup tinggi di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan sederet uji coba terhadap sejumlah obat dan plasma darah.

Dikutip dari Kompas.com, jumlah total laporan kasus positif di Indonesia yang sudah terkonfirmasi mencapai 11,192 hingga minggu sore (5/3). Hal itu mengindikasikan bahwa jumlah kasus positif virus di Indonesia masih cukup tinggi.

Hal itu memancing sebuah kritik dari seorang Aktivis HAM bernama Haris Azhar. Kritiknya dilontarkan terhadap Presiden serta Menteri Pertahanan, saat menghadiri acara Indonesia Lawyers Club pada Sabtu (2/5) lalu.

  Christian Eriksen, Menjalani Masa Lockdown Tanpa Rumah Pribadi

Haris Azhar menilai bahwa relaksasi pajak seharusnya bukanlah satu-satunya keringanan yang diterima masyarakat yang terdapampak oleh virus . Menurutnya, selain dari relaksasi pajak, seharusnya pemerintah juga memberikan jaminan pada masyarakat yang terdampak oleh virus corona.

“Masyarakat yang terdampak virus corona tidak hanya mendapat relaksasi pajak, tidak hanya dapat bantuan keringanan, bukan hanya tidak boleh didatangi oleh debt collector.”

“Tetapi orang-orang yang masih bingung, besok mau makan apa? harus diputuskan juga distribusinya bagaimana? yang bisa melakukan itu adalah negara, melalui pemerintah dan ada di tangan presiden.”

“Ini kalau menggunakan istilah buah-buahan, saat ini adalah momen dimana presiden bisa memetik hasilnya sebagai presiden. Benar enggak kebijakan uang yang3-5% dalam APBN yang digunakan sebagai dana kesehatan, apakah itu sudah ada hasilnya sekarang?” ungkap Haris Azhar.

  Komentar Tokoh dan Politisi Terkait Statemen Jokowi Beda Mudik dan Pulang Kampung

Tak cukup sampai disitu, Haris Azhar juga secara langsung mengritisi cara Menhan Prabowo Subianto dalam menghadapi wabah virus covid-19.

“Tanyakan ke Menteri Pertahanan, mana bentuk kontribusinya dalam sistem pertahanan untuk situasi seperti saat ini?”

“Tanyakan juga ke kementerian yang lain, Menteri Sosial, Menteri Perindustrian, apa yang bisa kita lakukan disaat-saat seperti ini?” tegas Haris Azhar.

Namun, menariknyam kritik yang dilontarkan Haris Azhar terhadap presiden dan jajaran kementerian itu ternyata memiliki pengecualian. Eric Thohir yang menduduki posisi menteri BUMN dinilainya cepat dan tanggap dalam menangani kasus penyebaran virus corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here