Yeyen Tumena (foto istimewa)
(foto istimewa)

ELANGNEWS.COM, JAKARTA – Gelaran 2021 sudah mengantongi izin dari Mabes Polri, dijadwalkan berlangsung 20 Maret hingga 25 April. Izin tersebut sudah dilakukan dengan kajian mendalam. Bahkan izin tersebut diserahkan langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Menpora Zainudin Amali di Mabes Polri, Kamis (18/2). Kemudian izin itu langsung diberikan kepada .

‘’Piala Menpora tetap sesuai dengan jadwal dan akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi abaikan saja mereka yang tidak menginginkan sepak bola maju,’’ kata Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena kepada elangnews.com, Rabu (10/3).

Yeyen mengatakan Piala Menpora atau turnamen pramusim sudah ditunggu oleh pelatih, pemain, wasit, dan semua elemen yang terlibat dalam sepak bola. Bahkan PT LIB sudah melakukan undian untuk klub-klub Liga 1 yang akan bermain di 4 kota, yakni Sleman, Surakarta, Malang, dan Bandung. Bagi Yeyen sepakbola adalah tontonan dan hiburan.

‘’Bagi kami, sepak bola jauh lebih dari itu. Sepak bola adalah kehidupan dan harapan. Pandemi covid_19 terlalu lama merusak kehidupan insan sepak bola Indonesia. Namun, riak kehidupan dan harapan itu muncul lagi lewat Piala Menpora,’’ ujar Yeyen.

Oleh karena itu, Yeyen mengajak untuk bersama-sama menjaga dan mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. ‘’Suporter masih bisa menikmati pertandingan dengan aman lewat menonton di rumah. Mari bersama menjaga kehidupan dan masa depan kita serta sepak bola Indonesia,” ungkap Pelatih Persebaya Surabaya juga mendukung Piala Menpora.

Baca Juga:   AstraZeneca Pastikan Vaksinnya Aman, Kasus Pembekuan Darah Masih Diteliti

”Ya bagus buat pemanasan jelang kompetisi. Persebaya akan bermain sebaik mungkin,” kata Aji Santoso Pemain sayap Persib Bandung Frets Butuan juga bahagia setelah adanya kepastian turnamen ini.

Sebagai pemain sepak bola, Frets tak sabar lagi karena sudah lama tidak merasakan atmosfer pertandingan setelah Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi . “Bagus ada pramusim karena sebelum Liga 1 bergulir kami sudah pemanasan dulu dengan turnamen. Jadi sebelum kompetisi bergulir kami lebih siap,” ungkap Frets menambahkan.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro juga bereaksi jika ada oknum yang mencoba menghalangi Piala Menpora ini.

“Kita jangan paranoid dengan penyelenggaraan turnamen sepakbola seperti Piala Menpora. Karena penyelenggaraan lebih banyak manfaatnya. Tentu dengan protokol kesehatan ketat. Ini sudah terbukti dengan saat uji coba timnas, suporter kita sudah dewasa, tinggal bagaimana sosialisasi protokol kesehatan maka suporter akan berusaha menjalankannya. Banyaknya negara-negara yang telah menyelenggarakan kompetisi juga telah membuktikan sepak bola tidak menyebabkan kluster baru covid-19. Pihak-pihak (termasuk Indonesia Police Watch) yang meragukan itu sama saja telah melecehkan stakeholder sepak bola khususnya suporter Indonesia,’’ ujar Indro.

Baca Juga:   Peserta BPJS Tak Terlayani, Anggota Komisi IX DPR Tuding Data Kemensos Bermasalah

Humas Suporter Arema FC Achmas Ghozali juga berang dengan pernyataan IPW. “Sebagai suporter kita sudah berkomitmen dengan pihak kepolisian, juga PSSI dan Menpora, bahwa tidak akan datang ke stadion, namun tetap mendukung di rumah, komitmen ini jangan lagi diprovokasi seolah olah masih ada kekhawatiran,’’ ujarnya.

“IPW jangan menebar ketakutan, tapi berilah solusi, bahwa sepakbola itu menghidupi banyak orang. Kita ingin membuktikan bahwa aktivitas sepakbola bisa berjalan dengan tetap mematuhi aturan prokes. Jika IPW hanya sekadar mengancam dan menakut nakuti tanpa solusi, maka kami meminta agar hal seperti ini ditertibkan dan diamankan. Sebab justru menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Padahal semua pihak yang terlibat di sepakbola sudah siap beradaptasi dengan protokol kesehatan. Kami minta IPW jangan memprovokasi, apalagi tujuannya hanya untuk mematikan sepakbola.’’ Tukasnya.

Bantahan ini merupakan jawaban dari rilis Neta S Pane selaku Indonesia Police Watch (IPW) yang mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk tidak mengeluarkan surat ijin Piala Menpora. Menurutnya, Piala Menpora adalah turnamen kelas ecek ecek, yang sama sekali tidak berdampak pada prestasi sepakbola nasional, yang ada justru berpotensi menimbulkan krumunan masa dan menjadi klaster baru Covid 19 dan melanggar instruksi Mendagri tentang PPKM. (in/red).