Wacana Presiden Tiga Periode, Sohibul Iman: Godaan Menikmati Feodalisme
Mantan PKS . (Foto: Medcom.id)

Elangnews.com, Jakarta – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyatakan wacana jabatan presiden sangat berbahaya. Bisa mematikan demokrasi.

“Akan ada 1001 alasan untuk membenarkan kelanggengan petahana bahkan kekuasaan dinasti,” kata Sohibul Iman dalam cuitan di akun pribadinya, Senin (16/3/2021).

Logika paling umum, kata Sohibul Iman, membenarkan dengan alasan ‘demi maslahat bersama’ plus ‘tidak ada yang lebih baik daripada petahana’.

” Semua itu hanya bungkus dari logika kepentingan kekuasaan petahana dan kroni. Dengan cara itu demokrasi mati,” tegasnya.

Baca Juga:   Anggota Ombudsman Baru Bersumpah di Depan Jokowi

Menurut Sohibul, makin lama dalam kekuasaan makin besar godaan untuk menikmati feodalisme. Bahkan dorongan keluarga dan ambisi pribadi juga menguatkan kehidupan feodalisme.

“Pada titik tertentu suasana feodal akan memunculkan logika untuk berkuasa selamanya, jika perlu turun temurun sekian generasi,” ujarnya.

Sekalipun suatu kekuasaan didapat secara demokratis, kata Sohibul, tapi kekuasaan selalu mengundang ‘semut’ dengan beragam karakternya. “Ada yang baik-baik saja tapi banyak juga penjilat dan asal bapak senang (ABS).

Baca Juga:   Musik Adalah Filsafat yang Berirama

“Di situlah secara perlahan suasana feodal tumbuh. Ini menggoda penguasa demokratis (populis?) untuk menikmati feodalisme,” ujarnya.

Sang demokrat tulen, kata Sohibul, tidak pernah ada. “Dia sejatinya berjalin-kelindan dengan feodalisme dalam ragam gradasinya. Dari yang tak terasa sampai yang mencolok mata. Apalagi dalam masyarakat yang kuat sistem patron-kliennya seperti Indonesia. Tak heran ada pejuang demokrasi yang justru menikmati feodalisme,” pungkasnya. (Yat/red)