yusa'
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farchan. (Foto: Dokumen pribadi)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Pengamat dari Citra Institute Yusa’ Farchan menilai wacana jabatan presiden adalah ide berbahaya bagi kelangsungan kehidupan demokrasi dan berpotensi melanggengkan kekuasaan konglomerat .

“Saya kira wacana jabatan tidak ada urgensinya saat ini. Ide ini justru berpotensi melanggengkan oligarki yang selama ini menjadi problem krusial dalam proses institusionalisasi demokrasi,” ujar Yusa’ melalui keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Dosen Universitas Pamulang dan mantan Peneliti Pusat Reformasi Pemilu (CETRO) 2007-2009 itu menegaskan bahwa gagasan tiga periode merupakan upaya sistemik yang akan melemahkan pilar-pilar penting demokrasi sekaligus membuat demokrasi berjalan mundur.

Baca Juga:   Rocky Gerung: Qodari Sepertinya Disuruh Menyingkirkan Kandidat Lain

Meskipun Presiden pernah menyatakan menolak wacana ini, namun menurut Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farchan mendesak agar, “Presiden Jokowi perlu mempertegas ulang agar tidak muncul polemik dan spekulasi politik yang menguras energy,” pungkasnya.

Lebih lanjut, wacana jabatan presiden tiga periode yang berkembang di tengah-tengah publik justru menambah ruang bagi para pemburu rente dan kekuasaan berbasis kepentingan ekonomi-politik jangka pendek yang merugikan kepentingan dan kedaulatan nasional.

Baca Juga:   Nasib Revisi UU Pemilu di Tangan Jokowi

Adapun pembatasan kekuasaan presiden dua periode, menurut Yusa’, merupakan bagian dari constitutional reform yang harus dijaga sebagai amanat reformasi. Dia juga mengingatkan kembali periode kelam di masa lalu.

“Kita pernah punya pengalaman buruk terkait praktik otoritarianisme penyelenggaraan kekuasaan negara di era orde lama dan orde baru akibat tidak adanya pembatasan kekuasaan yang jelas,” tegas Yusa’ mengakhiri keterangan tertulis yang diterima Elangnews.com. (trd/red)