Unpad Mulai Uji Klinis Vaksin Rekombinan Covid-19 Anhui, Apa Keunggulannya?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menyaksikan pelunciran uji klinis fase 3 Rekombinan Anhui di Bandung. (Foto: .ac.id)

Elangnews.com, Jakarta – Tim Peneliti Universitas Kedokteran Universitas Padjdjaran Bandung mulai menggelar uji klinis tahap 3 dengan melibatkan 2.000 relawan. Lebih dari setengahnya sudah terdaftar.

Menurut peneliti utama uji klinis fase 3 vaksin rekombinan Covid-19 FK Unpad dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes., relawan semuanya dari Kota Bandung yang dipusatkan di enam rumah sakit.

“Uji klinis ini sudah mendapatkan izin dari Komite Etik RS Hasan Sadikin, izin uji klinis dari BPOM, serta sudah terdaftar di Badan Penelitian dan Pengembangangan Kesehatan Kemenkes RI,” kata Rodman dalam acara peluncuran uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 di lobi Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Rabu (3/3/2021).

“Hasil uji klinis fase 1 dan 2 (sebelumnya) dari vaksin rekombinan Anhui ini dinyatakan aman dan memberikan kekebalan yang sangat bagus. Untuk itu, pada uji klinis fase 3 kali ini tim akan menentukan tingkat kemanjuran vaksinnya atau tingkat efikasi dari vaksin rekombinan tersebut,” kata Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini

Baca Juga:   Beredar Surat Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan Pandemi Covid-19

“Kita berharap tentunya efikasinya di atas ambang batas WHO, di atas 50%,” ujarnya seperti dikutip dari laman Unpad.

Menurut Rodman, uji klinis tahap 3 akan berlangsung selama 12 sampai 14 bulan. Menurutnya, setiap relawan akan dilakukan penyuntikan vaksin atau plasebo selama tiga kali dengan interval satu bulan sekali. “Tim juga akan memantau kondisi setiap relawan selama uji klinis berlangsung,” ujarnya.

“Hasil dari uji klinis akan dilaporkan ke BPOM. Hasil uji klinis akan menjadi pertimbangan BPOM untuk menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Diharapkan, EUA paling cepat akan dikeluarkan pada September 2021,” ujarnya optimistis.

Sampai saat ini, sudah 572 subjek yang terdaftar sebagai relawan. Rodman membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan uji klinis vaksin rekombinan Anhui. Pendaftaran uji klinis akan dibuka hingga akhir April 2021.

Vaksin Rekombinan

Guru Besar FK Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M., menjelaskan, vaksin rekombinan atau vaksin yang diambil dari bagian kecil virus yang masih hidup memiliki kesamaan dengan vaksin yang diambil dari virus inaktif.

Baca Juga:   Kebut RUU Data Pribadi, Menteri Johnny: Sudah Dibahas 145 dari 371 DIM

“Salah satu vaksin rekombinan yang umum digunakan di Indonesia adalah vaksin Hepatitis B. Sebetulnya sama dan biasa saja,” ujar Kusnandi.

Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil, menyaksikan langsung peluncuran uji klinis fase 3. Kang Emil, demikian kerap disapa mendukung Unpad dalam melakukan uji klinis fase 3 vaksin rekombinan Anhui.

Menurutnya, tidak ada pilihan lain penemuan vaksin dan harus disukseskan karena itu yang akan menekan bukan menghilangkan virus.

“Vaksin memiliki ekosistem produksi yang rumit. Vaksin yang sudah dihaslkan tidak serta merta bisa langsung digunakan. Butuh pengetesan yang sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Kang Emil mengatakan, umlah dosis vaksin Covid-19 di Indonesia belum memadai. Sementara vaksin menjadi upaya efektif dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Karena itu proses uji klinis untuk vaksin rekombinan Anhui ini diharapkan segera melengkapi jumlah vaksin di Indonesia,” harapnya. (Yat/Red)