Uang Kemensos Habis karena Salah Administrasi, Risma Stop Beri Santunan Covid-19
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Sumber: Radio Suara Surabaya)

Elangnews.com, Jakarta – Korban meninggal akibat Covid-19 tidak lagi mendapatkan santunan Rp15 juta. Pasalnya Kementerian Sosial menghentikan pemberian uang santunan kepada keluarga korban yang meninggal karena Covid-19.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini menjelaskan, anggaran Kemensos tahun ini sudah sekarat. “Anggaran santunan untuk korban meninggal dunia akibat COVID-19 di tahun tidak ada karena tidak ada uang,” katanya kepada awak media, (28/02).

Menurut Risma ada beberapa faktor, penyebab anggaran itu harus dihapus. Salah satunya, selama ini terlalu banyak anggaran yang dikeluarkan untuk santunan Covid-19. Anggarannya terus meningkat.

Kebijakan santunan ini juga, kata Risma, ada salah administrasi. Karena kebijakan itu dikeluarkan oleh pejabat setingkat Dirjen, padahal seharusnya setingkat Menteri.

“Sebetulnya itu nggak boleh, sudah melampaui kewenangan dari Direktur (Dirjen). Pertama, itu kesalahan administrasi. Kedua, saat itu tidak dihitung berapa jumlah korban. Sehingga saat itu kurang duitnya,” jelas Risma, (28/2).

Risma menerangkan, tidak mungkin Kemensos mengurangi dana untuk bantuan sosial dan bencana alam, demi membayar santunan korban COVID-19. Karena warga penerima juga membutuhkan bantuan.

“Saya ngomong ‘loh ini kan nggak mungkin’ terus waktu itu diminta ngajukan padahal kita sendiri anggaran di Kementerian, seluruh kementerian itu dipotong. Terus dapat dari mana uangnya, jadi nggak mungkin saya mengada-ngadakan juga dari mana,” katanya,” ujar mantan Walikota Surabaya ini.
(tup/red)