narko
Uang haram kejahatan bisa mengalir kemana saja yang dia suka, bahkan untuk kepentingan penggulingan pemerintahan. (sumber: konfrontasi.com)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – “Korbannya meluas mencakup di kalangan anak-anak, remaja, generasi muda, ASN, anggota TNI dan Polri, kepala daerah, anggota legislatif, hingga di lingkungan rumah tangga,” ujar Heru Winarko Kepala BNN dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2019 di The Opus Grand Ballroom at The Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Sepanjang tahun 2020 saja terdapat nama-nama pesohor aktor dan aktris yang marak muncul di media massa, terjaring operasi anti-narkoba dari kepolisian.

Sebut saja Nanie Darham, pemeran Air Terjun Pengantin, ditangkap pihak Polda Metro Jaya pada 4 Februari 2020 di apartemen Verde Tower di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Operasi tersebut menyita barang bukti 0,88 gram sabu.

Lucinta Luna dan tiga orang rekannya ditangkap oleh Polres Jakarta Barat di apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, pada 11 Februari 2020. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp10 juta.

Siapa yang tidak kenal dengan sinetron Anak Jalanan, yang popular di layar kaca. Aulia Farhan, salah satu pemeran sinetron tersebut ditangkap pada 20 Februari 2020. Sederet pesohor lainnya seperti Vitalea Sesha, Vanisa Angel, Reza Alatas, Tio Pakusadewo, Naufal Samudra, Dwi Sasono, Roy Kiyoshi, Catherine Wilson, Reza Artamevia, Iyut Bing Slamet, dan masih banyak lagi nama-nama yang sering muncul di selasar televisi maupun media daring. Yang terbaru adalah Ridho Rhoma yang terjaring operasi untuk kedua kalinya pada 4 Februari 2021.

Baca:  Bahagia Hirup Udara Segar, Catherine Wilson Tambah Gemuk

Tak berlebihan ketika BNN mencatat pada 2017 angka pengguna narkoba di Indonesia sebesar 1,77 persen atau 3,7 juta orang.

Sedangkan pada 2018, di kalangan pelajar dari 13 provinsi, prevalensinya mencapai angka 3,2 persen atau setara 2.297.492 orang. artinya, hampir separuh dari total pengguna narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kaum cerdik pandai.

Mengerikan! Data seperti ini mungkin menarik buat para bandar narkoba, tentu saja mereka sadar ini. Ada pasar potensial dikalangan remaja pengguna obat haram. Dari dalam kuburnya, gembong narkoba internasional, Pablo Escobar berjingkrak kegirangan sambil meneteskan air liur.

PBB melalui United Nations Office on Drugs and Crime [UNODC] setidaknya memperkirakan jumlah transaksi narkoba di ASEAN mencapai Rp160 triliun. Indonesia menguasai 30 persen total peredaran narkoba di ASEAN, atau sekira mencapai Rp48 triliun. Bandar narkoba mana di dunia yang tak tergiur dengan jumlah transaksi semacam itu. Coba tanyakan ke Freddy Budiman, itupun jika dia masih bisa menjawab.

Baca:  Heboh! Penangkapan 12 Oknum Polisi Diduga Pesta Narkoba

Konon, Amerika Serikat memanfaatkan pendapatan narkoba hingga US$9 juta hasil persekongkolan dengan Presiden Panama, Manuel Noriega, untuk membiayai pelatihan militer dan mempersenjatai gerilyawan CONTRAS dengan tujuan menggulingkan presiden kiri dari Nikaragua, Daniel Ortega. Saat itu Ortega adalah salah satu pemimpin penting dalam Front Pembebasan Nasional Sandinista [Frente Sandinista de Liberación Nacional/FSLN].

Dimasa revolusi Sandinista, memang kokain dan ganja cukup populer dikalangan pengguna narkoba. Di zaman modern seperti sekarang, UNODC mencatat bahwa ganja menjadi idola pertama para pemadat. Posisi kedua dikuasai oleh Crystal Metamfetamine, di Indonesia dikenal dengan nama Sabu.

Begitulah, dalam beberapa nukilan sejarah menyeruak keterlibatan negara dan aparatusnya dalam bisnis obat haram. Semoga sejarah tidak mengulang dirinya sendiri. [trd/red]