ELANGNEWS.COM – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letkol Arhanud Herwin Budi Saputra menjelaskan hadirnya Panglima Kodam Jaya saat acara konferensi pers Polda Metro Jaya hanya sebagai bentuk dukungan penuh TNI kepada aparat kepolisan, dan tuduhan bahwa TNI ikut turun tangan dalam aksi penyidikan kasus bentrok yang berakhir dengan penembakan laskar FPI adalah tidak benar.

Dugaan TNI turut diperankan dalam penanganan penyidikan tindak kejahatan adalah tidak benar,” ungkap Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letkol Arhanud Herwin Budi Saputra, dalam pernyataan pers, Rabu (9/12).

Sesuai Pasal 1 angka 1 KUHAP, Herwin menjelaskan TNI tidak pernah dilibatkan dalan proses investigasi tindak pidana/kejahatan sipil karena yang berwenang menurut KUHAP adalah pejabat polisi Republik Indonesia dan pejabat PNS tertentu sesuai undang-undang (UU).

Herwin pun kembali menegaskan dukungan penuh pada aparat kepolisian dalam penegakan hukum.

Terhadap adanya aksi melawan hukum yang dilakukan oleh oknum FPI yang mana dalam aksinya membawa senjata tajam dan senjata api ilegal saat melakukan pengawalan dan pengamanan MRS (Rizieq),” jelas dia.

TNI Bantah Terlibat Dalam Penyidikan Bentrok FPI-Polisi

Komentar netizen:

Iismom Shabrina
Menhan kemana ya … Kok gak ada suaranya , padahal sudah menyangkut keresahan ato keamanan bangsa ini , apa pembunuhan ini di anggap wajar ya … Jadi gak perduli di banding 1 pendeta di Papua yg terbunuh ributnya se Indonesia

Baca:  Penegakkan Hukum Kelam, Muhammadiyah Desak Pembentukan Tim Independen

Lili Pramuji
Mungkin biar kelihatan kompak antara TNI dan Polri, selama ini kan ribut melulu, tapi sayang tidak etis😂😂

Pikri Khoirianto Nasution
Mau kalian bantah pun ngak ada gunanya, krn Pandam jaya hadir konferensi pers dgn Polda. Jadi cuma orang buta yg tidak yakin kalian terlibat, Justru makin dibantah makin terlihat kalian terlibat.

Tole Zong
Dan aneh nya ketika kita berkata..: fpi tidak mungkin punya senjata api,apa lagi senjata api yg di rilis sebagai barang bukti terlihat seperti barang kolektor,pasti mahal harganya dan bahkan mungkin ijin kepemilikan nya juga susah,maka mustahil klw senpi itu senjata rakitan,mana ada sekelas senpi rakitan ada gading nya pda bgian bawah senpi..maka berhati2 lah klw kita mengeluarkan statmen…saya tidak percaya fpi punya senjata api seperti itu,karena polisi akan mempidanakan anda…😂 Ko maksa ya polisi🤭..bisa ketangkep semua nih masyarakat..#OTORITER REZIM

Nur Rohiim Ali
Terus pak dudung lagi ngapain ditengah tengah bapak polisi?…Baliho turunin pak

Baca:  Komnas HAM Panggil Kapolda Metro Jaya, Humas Polda: Belum Ada Kepastian!

Muhammad Nurdin Al-Bayhaqi
Ada masanya kekuasaan itu..ingat pak harto 32 th dan ada masanya….apalagi ini..cuma sampai 2024..banyak2 istighfarlah…dunia ini tdk ada yg abadi..

Sarjono Jono
Ambisi meraih jabatan lebih tinggi bisa blunder lho pak,….klo over justru bisa menjungkalkan jabatanmu.kejujuran adalah hal utama.

Alfi Hasan
Kalau gak mau terlibat
Ngapain berdiri di situ om..??
Sono pergi berdiri di Papua barat.. kasihan pasukan d sana
Lawan mereka jelas pake senjata berat ..
Kalau punya waktu lebih dan merasa jago, pergi lah bantu saudara seangkatan

Muhammad Yunan Andipa
hehe… ati2 klo barang dagangan mu dak laku dibeli atasanmu, bakal rugi besar…. klo keliwat kreatif bakal jadi dak efektif.

Karyanto Mustapa
Tapi Ada pangdam jaya… Yang mengambil jarak dengan rakyat sipil. Dia hadir di sana.

Muhammad Nazarudin Sasmita
Kudunya tarik Dudung dari konv pers…. Bukan ikut nampang disitu, mendukung tegaknya hukum dan menampilkan solid ga mesti spt itu, kalo macam itu malah yg keliatan TNI ikut serta dalam tugas kepolisian

Komentar lainnya

Berita Nasional & Peristiwa : TNI Bantah Terlibat Dalam Penyidikan Bentrok FPI-Polisi, ElangNews.com.