nurdin abdullah
Konferensi pers Operasi Tangkap Tangan Gubernur Sulawesi Selatan yang diumumkan secara langsung oleh Ketua Firli Bahuri di Gedung KPK pada Minggu (28/2) dini hari. (Foto: youtube KPK RI)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Ketua KPK RI, Firli Bahuri, mengumumkan penetapan status kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

Jumlah tersangka sebanyak tiga orang, terdiri dari Gubernur Sulawesi Selatan dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat, keduanya sebagai pihak penerima. Sedangkan satu orang lagi adalah Agung Sucipto, pihak swasta, sebagai pihak pemberi.

“KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, sebagai penerima yaitu saudara NA dan ER. Kedua, sebagai pemberi saudara AS,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui platform Youtube KPK, Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Usai pengumuman penetapan status tersangka tersebut, KPK langsung menahan NA, ER, dan AS di rutan terpisah.

Baca Juga:   Nurdin Abdullah OTT, Bung Hatta Award Tunggu Hasil Pemeriksaan KPK

Nurdin Abdullah (NA) ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi cabang Pomdam Jaya Guntur.

Tersangka Edy Rahmat (ER), KPK menahannya di Rutan KPK cabang Kavling C1. Sedangkan Agung Sucipto (AS) ditahan di Rutan KPK di Gedung Merah Putih.

Kepada NA dan ER, keduanya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga:   Penanganan Kasus Suap Pajak Lambat, Kapan Sri Mulyani Diminta Keterangan?

Sedangkan AS, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” pungkas Firli.

Untuk selanjutnya tiga tersangka tersebut akan ditahan selama 20 hari kedepan untuk menjalani proses pendalaman lebih lanjut.

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari sampai dengan 18 Maret,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Minggu (28/2) dini hari. (trd/red)