Terindikasi Turbin Sriwijaya Air SJ-182 masih Berputar ketika Membentur Air
Pesawat Sriwijaya

Elangnews.com, Jakarta – Ramai diperbincangkan di media sosial, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) angkat bicara. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono membantah bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ mengalami “full stall”.

“Ada dua media sosial yang mengatakan ada kejanggalan pada pukul 7.40 UTC (14.40 WIB) pesawat Boeing 737 dengan kecepatan 115 knot secara teoretikal itu sudah ‘stall’ jadi ‘moment of truth’ pesawat ini sudah ‘stall’. Hal ini tidak benar,” kata Soerjanto dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Rabu.

Pernyataan lain yang muncul di media sosial menyebutkan bahwa berdasarkan “ground speed” 115 knots ini indikasi keras bahwa pesawat terkena full stall dan akan sulit di-recover dengan ketinggian seperti itu. Soerjanto menerangkan, dari data kotak hitam Flight Data Recorder (FDR), ketika ketinggian berkurang, kecepatan pesawat bertambah, sedangkan kecepatan 115 knots di data flightradar.

Menurut Soerjanto, puing pesawat tipe Boeing 737-500 tersebar di lebar 80 meter, panjang 110 meter kedalaman 16-23 meter di mana beberapa bagian mewakili seluruh bagian di depan hingga belakang.“Pesawat ini tidak mengalami ledakan sebelum membentur air. Pesawat secara utuh membentur air, tidak ada pecah di udara,” ujarnya.

Alumni Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Mesin itu mengatakan mesin di turbin masih dalam keadaan hidup. Ada indikasi masih berputar ketika membentur air. KNKT telah mengunduh data kotak hitam “Flight Data Recorder” pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sejak ditemukan pada 13 Januari 2021.

Terdapat 370 parameter dan semua dalam kondisi baik.Sebelum pengunduhan data, perlu ada perlakuan (treatment) khusus yang harus dilakukan.

Soerjanto menyatakan sistem pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih berfungsi dan mampu mengirim data sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Senin (9/1) pukul 14.40 WIB. KNKT telah mengumpulkan data radar ADS-B dari Perum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia).

Dari data tersebut, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB, terbang menuju arah barat laut dan pada pukul 14.40 WIB pesawat mencapai ketinggian 10.900 kaki, tercatat pesawat mulai turun dan data terakhir pesawat pada ketinggian 250 kaki. (tup/red)