Simalakama Larangan Mudik
Menparekraf . (Foto: Instagram)

Elangnews.com, Jakarta – Pemerintah sudah memastikan 2021 dilarang. Tidak ada toleransi lagi.

Lembaga terkait seperti Kemenhub tengah membuat aturan transportasi sementara Polri memastikan aturan dan sanksi masih seperti larangan mudik 2020.

Mudik tidak sekadar silaturahmi. Di sana ada pergerakan uang dan logistik dan terkait pertumbuhan ekonomi. Sudah pasti pertumbuhan ekonomi yang selama ini seperti harapan dan di sana tersemat ‘prestasi’ dan ‘aib’, bakal tertekan.

Pergerakan uang masif dari pusat ke daerah-daerah terpencil tidak akan pernah terjadi. Karena itu uang hanya berputar-putar di wilayah urban. Sementara masyarakat di kawasan rural tidak mendapatkan dampak peredaran uang yang melimpah seperti di waktu sebelum pandemi terjadi.

Baca Juga:   Rekam Jejak Artis Multitalenta Rina Gunawan di Jagad Hiburan Tanah Air

Sektor juga dipastikan tertekan. Padahal di saat pagebluk sektor yang diharapkan tumbuh adalah wisata domestik. Larangan mudik dipastikan membuat sektor usaha wisata, restoran, ekonomi kreatif semakin terkapar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga langsung bereaksi menyikapi larangan mudik yang sudah diputuskan pemerintah. Momentum pemulihan pariwisata yang selama ini digaungkan pemerintah pun tinggal slogan.

Baca Juga:   Pelatih, Pemain, dan Suporter Siap Dukung Piala Menpora

Kebiasaan masyarakat Indonesia dan sudah menjadi tradisi Lebaran, selain mereka pulang kampung mereka juga dipastikan membelanjakan uangnya untuk oleh-oleh, kuliner dan juga wisata domestik.

“Harusnya ini adalah momentum yang baik bagi pariwisata,” kata Sandi dalam jumpa pers belum lama ini.

Tapi, keputusan sudah diketok dan keputusan ini sangat ilmiah dan juga survei persepsi publik dengan melibatkan epidemiolog dan juga Institut Teknologi Bandung. (Yat/Red)