Setelah Sinovac, Pemerintah Menunggu Vaksin dari AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech
Pesawat Garuda GA891 yang mengangkut 10 juta dosis bahan vaksin dari China. (Foto: Setkab)

Elangnews.com, Jakarta – di Indonesia akan diberikan kepada 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekira 181,5 juta jiwa dari 270 penduduk Indonesia. Kebutuhan untuk vaksinasi itu tidak sepenuhnya dapat dipenuhi Sinovac dari China.

“Pemerintah juga akan mendatangkan vaksin dari perusahaan farmasi dari , dari Jerman dan Amerika Serikat, serta dari Amerika Serikat,” tulis Presiden Jokowi dalam akun resminya, Rabu (3/3/2021).

Kemarin, bahan baku vaksin dari Sinovac kembali tiba di Indonesia diangkut dengan pesawat khusus milik maskapai Garuda Indonesia. Bahan baku vaksin tersebut diangkut ke Bandung untuk diolah dan diproduksi lebih jauh oleh BUMN farmasi PT Bio Farma.

Baca Juga:   Simalakama Larangan Mudik

Bulk Vaccine

Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono vaksin dalam bentuk bahan baku (bulk vaccine) ini dijemput dengan Garuda dengan nomor penerbangan GA891. Bulk vaccine adalah materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin (siap pakai).

“Sepuluh juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan kelima setelah pada kedatangan sebelumnya Pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin,” ujar Dante.

Baca Juga:   Gubernur Anies dan Wagub Ariza Kompak Kunjungi RSUD Khusus Covid Kebayoran Lama

“Pada kedatangan pertama dan kedua, Pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Adapun untuk kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin telah didatangkan,” tambahnya.

Ini berarti, kata Dante, sudah 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. “Selebihnya sebanyak 185 juta vaksin menyusul,” ujarnya. (Yat/Red)