Rocky Gerung: Lebih Berbahaya Oligarki Lembaga Survei dari Oligarki Modal
Analis politik Rocky Gerung. (Foto: YouTube)

Elangnews.com, Jakarta – Analis politik yang juga filsuf Rocky Gerung mencuriga yang belakangan ini mengarahkan isu jabatan . Goalnya adalah isu ini dibawa ke Sidang Umum dan UU Dasar Negara Republik Indonesia diamendemen.

“Geneologi lembaga survei itu tokohnya itu-itu juga. Dan mereka pernah punya satu lembaga dan pecah. Lembaga survei itu kan seperti partai, sama seperti Partai Golkar awalnya satu dan pecah kiri kanan. Walaupun pecah, otaknya tetap sama,” kata Rocky dalam perbincangan di kanal Hersubeno Point, Selasa (30/3/2021).

“Sangat mungkin lembaga survei satu dan lembaga survei lainnya saling titip pertanyaan. Respondennya juga sama yang dipelihara di daerah-daerah. Petugasnya sama. Inilah yang disebut oligarki opini publik,” tambahnya.

Baca Juga:   Lagi, Anak Jokowi Pompom Saham Bali United

Menurut Rocky lebih berbahaya dibandingkan oligarki modal. Menurutnya, oligarki modal bisa ada bangkrutnya.

“Oligarki lembaga survei langsung memberi opini publik. Itulah yang perlu kita survei apakah betul dia bertumpu pada metodologi atau sekadar ingin mendapatkan kucuran dana yang tiba-tiba harus disalurkan oleh oligarki,” ujarnya.

“Ada jembatan antara oligarki modal dan oligarki surveyor,” tambahnya. “Perlu juga disurvei apakah masyarakat percaya kepada lembaga survei.”

Baca Juga:   Wacana Presiden Tiga Periode, Yusril: Tak Ada Tafsir Lain Kecuali Pasal 7 UUD 45 Diamendemen

Rocky curiga, wacana sudah diatur secara sistematik. Mulai dari isu dimunculkan kemudian sejumlah lembaga survei bergerak cepat dan hasilnya sama.

“Dalam satu minggu ini lembaga survei tiba-tiba muncul secara masif dan bersamaan, itu berarti di MPR proses ini juga sudah mulai diatur. Mungkin sampai kerangka notulennya sudah disiapkan. Tinggal dicocokkan dengan lembaga survei. Jadi notuliasi untuk tiga periode sudah disiapkan oleh MPR dan bocorannya sudah diberikan ke lembaga survei sehingga bisa memanipulasi opini publik,” paparnya. (Yat/Red)