Rizal Ramli Tarik Kekagumannya, dr. Tirta Dianggap Terlalu Semangat Menjilat
Ilustrasi: Elangnews.com/Suray

Elangnews.com, Jakarta – Aktivis kesehatan Mandira Hudhi alias dr. Tirta menjadi bulan-bulanan netizen. Sampai saat ini pendapatnya yang dianggap membela Presiden dalam kerumumnan di Maumere, Nusa Tenggara Timur, menjadi bahan tudingan dan risakan yang membuat alumnus dokter UGM tersebut ngegas dalam sebuah perbincangan di sebuah televisi partikelir semalam.

Tirta dikenal cukup vokal dan lantang menyuarakan tentang protokol kesehatan. Suaranya sangat didengar masyatakat dan pengambil kebijakan. Sejumlah kebijakan pemerintah pun dikritik terutama soal kampanye 3M (untuk masyarakat) dan 3T (tugas pemerintah) yang kendor belakangan ini.

Namun, ketika Tirta tidak tegas kepada Presiden Jokowi yang dianggap menciptakan kerumunan dalan kunjungan kerja di Maumere, pemilik jasa cuci sepatu terkenal itu dianggap lembek. Tirta hanya menyalahkan protokoler. Padahal aksi Presiden melempar bingkisan yang kemudian menyebabkan masyarakat bergerombol dan berdekatan dianggap melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:   Ini Profil Pelakor yang Rebut Kaesang dari Felicia Tissue

Sampai-sampai ekonomi pun menarik kekagumannya kepada Tirta yang sebelumnya dianggap cerdas dan tahu permasalahan terutama dengan .

“Tadinya saya sempat kagum dengan sikap dan kecerdasannya tentang Covid-19. Tetapi ternyata sejarah dan semangat menjilat kekuasaannya susah berubah,” cuit Rizal Ramli dalam akun pribadinya, Jumat (26/2/2021).

Tak ada yang membantah, Tirta selama ini sangat kritis soal Covid-19. Sebelumnya, Tirta menuding teknik komunikasi publik pemerintah pusat lewat Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito, dianggap buruk.

Baca Juga:   Bentrok Berdarah FPI-Polisi, Gatot: KAMI Desak Jokowi Bentuk Tim Independen

Jubir Satgas Covid-19 dinilainya sering menuduh masyarakat bawah sebagai biang kerok lonjakan pasien positif corona karena ‘tidak menerapkan protokol kesehatan’. Padahal, pemerintah sendiri senang melanggar protokol kesehatan.

Tak kalah serunya pernyataan Tirta dalam akun instagramnya yang emosional karena kasus Jokowi disamakan dengan peristiwa yang membelit Habib Rizieq Shihab.

“Kalo lu benci ‘rezim’ gak usah bawa-bawa celah protokol. Banding-bandingin kasus HRS dengan Presiden. Bilang aja lu ga suka presiden. Pake acara ngeles sana sini. Bawa-bawa protokol. Riding the wave mulu ah,” celotehnya.

“Yang salah protokolernya yang disalahin presidennya. Gimane sih,” sambungnya. (Yat/red)