AZWAR – Saya catat “yang ingin”. Artinya baru asumsi. Sedangkan fakta sesungguhnya belum terbukti sama sekali. Justru yang terjadi ada enam orang yang mati di tangan Polisi.
Ayo kita bicara fakta :

Respon Kritis Netizen Atas Fakta Sementara Bentrok FPI dan Polisi

1. Polisi menguntit rombongan IB.
Atas dasar apa Polisi menguntit IB?
Apakah kasus IB dianggap kasus extra ordinary?
Ingat, IB bukan buronan seperti Harun Masiku !

2. Para Penguntit berpakaian Preman.
Wajar ada reaksi dari Pengawal IB. Karena sudah sering terjadi kasus penganiayaan di Jalanan oleh Orang-orang tidak dikenal (OTK).

Sebagai contoh, kasus pembacokan di Jalan Tol terhadap Bung Hermansyah, ahli IT yang membongkar Chat Fake yang dituduhkan kepada IB.
Rilis pertama EF-P-I juga menyebut 6 orang anggotanya diculik OTK.

3. Media latah atau memang sengaja menyebut terjadi tembak-menembak. Faktanya kejadian tersebut justru baru diketahui secara luas oleh publik setelah 13-15 jam kemudian. Setelah Kapolda melakukan Konferensi Pers.

Sekarang era Media Sosial, kalau memang ada tembak-menembak (berarti terjadi saling adu tembak, bisa beberapa menit), maka sepuluh menit kemudian sudah pasti ramai di Televisi dan Media Sosial. Seharusnya media menggali lebih dalam informasi sebelum melakukan informasi menyesatkan kepada publik. Kalau ada saling tembak, paling tidak ada bekas tembakan dimobil yang di kendarai para Penguntit.

4. Polisi menyebutkan mereka terpaksa melakukan tindakan yang tegas dan terukur (baca : menembak mati) karena para Pengawal IB sudah membahayakan nyawa Petugas.

Pertanyaan pertama :
Yang dimaksud membahayakan nyawa itu seperti apa?
Kalau cuma mobil saling pepet, bukannya Petugas Kepolisian dengan pakaian Preman (catat : Berpakaian Preman, jadi posisi saat itu tidak ada yang tahu mereka Petugas Kepolisian) yang menguntit?
Bukannya seharusnya para Penguntit yang lebih tepat disebut membahayakan nyawa dan terbukti memang menghilangkan nyawa 6 orang?

Baca:  PWNU DKI Dukung Tindakan Polisi Tembak Laskar FPI Demi Hukum

Pertanyaan kedua :
Yang dimaksud diksi tindakan tegas dan terukur itu seperti apa?
Apa iya masih wajar disebut terukur kalau pada akhirnya semua korban meninggal dunia?

5. Semua CCTV di Area Tol mati.
Alasan sementara pihak Jasa Marga karena lagi ada perbaikan.
TOLONGLAH…! Rakyat kita tidak semuanya sebodoh yang kalian pikirkan.
Kenapa kejadian yang sama persis terjadi ketika Bung Hermansyah dibacok di Tol juga tahun 2017?

6. Buat Netizen yang bertanya : Kalau Korbannya Pihak Kepolisian, apa tanggapan anda?
Pertama saya tidak terbiasa berandai-andai. Tapi untuk memuaskan keinginan anda, maka saya akan berikan pencerahan tambahan.

Kalau Penguntit berpakaian dinas lengkap dengan mobil Patroli, terus memberhentikan Rombongan Mobil IB, katakanlah dengan alasan razia SIM (karena memang tidak ada alasan yang lain), terus rombongan berusaha menerobos, silahkan lakukan tindakan yang terukur dan tegas tadi. Kalaupun ada rombongan IB yang tewas tertembak, masyarakat akan paham.

Sampai sekarang saya tetap tidak paham. Kejahatan apa yang dituduhkan kepada IB? Sampai-sampai dilakukan proses penguntitan segala?
Apakah IB tersangka teroris? tersangka Koruptor? Tersangka Pembunuh?
Oh, iya, IB tersangka Pelanggar PSBB….

Ya Tuhan. Tuh, tangkapi dan tembaki semua yang berdesak-desakan di Mall dan Pasar Tradisional. Tangkapi dan tembaki juga yang ramai-ramai kampanye Pilkada.

“Bung, anda belum menjawab, bagaimana kalau Polisi yang jadi Korban?”
“Bagaimana bisa saya menjawab pertanyaan andai-andai yang tidak mungkin terjadi.

Emang pernah ada anggota Ef-P-I membunuh Polisi? Pernah…? Ya tidak pernah !!!
Setahu saya anggota Ormas Ef-P-I cuma sering menggebuki pelaku maksiat. Terus bolak-balik dan selalu hadir ketika ada bencana alam”.

Baca:  Potret Hidup Korban Bentrok FPI Saat Mengawal Gubernur DKI Anies Baswedan

Komentar followers:

Margi Wahyu Ningrum
Barusan lihat tv warga sekitar bersaksi polisi udah ada sekitar tkp sejak sore, warga nanya ke polisi katanya ada teroris… Sedangkan kl menurut polisi katanya anggotanya secara tidak sengaja ada di belakang rombongan Haeres, hanya 1 mobil sedangkan rombongan banyak…. Dehhh sekenarionya kurang brilliant… Semoga ALLAH membuka semuanya… Aamiin Allahumma Aamiin

Fifi Hufflepuf
Dua hari yang lalu 3 anggota bin yg nyamar ketangkap org FPI

Byuyait
Polisi Akui Menguntit Rombongan Mobil Rizieq Shihab Sebelum Insiden Penembakan..
Maksud nya apa menguntit ??? Harun masiku gak kau untit ??? HRS rampo duit rakyat ??? Atau rugiin negara triliyunan gitu ??
Menguntit lalu menyerang kemudian mengaku diserang??
4 orang yang lari dan bbrpa mobil (ktnya 9mobil) yg lainnya menjadi kunci kasus ini. Semoga terbongkar fakta sebenarnya.
Kan sedikit demi sedikit kebenarannya akan terbuka… Makin ngawur.. Kata nya dihadang ? Sekarang ngaku kl mereka menguntit… Apa alasan pak pol nguntit warga negara bebas…

Muhammad Solikhin
Barusan lihat berita di tv, bahwa sejak sore sudah banyak polela berjaga di km50, dan menurut pengakuan warga sekitar dikatakan bahwa ada teroris. Maka tak heran lg jika CCTV di area kejadian mati.

Rosa Rosdaryanti
Keanehan ini mirip dengan keanehan berita covid. Janggal di mana2 dan menempatkan rakyat tdk punya pikiran. Dikira rakyat bodoh maksimal mudah terima berita2 janggal.

Komentar lainnya