Rekonstruksi Penembakan Anggota Laskar, IPW Ungkap Tiga Pelanggaran SOP

ELANGNEWS.COM – Dalam rekonstruksi penembakan anggota laskar FPI oleh aparat kepolisian yang berlangsung selama 4 jam dengan memperagakan 58 adegan, Senin dini hari (14/12), Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane mengkritisi adanya tiga pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh aparat.

Pelanggaran SOP pertama, saat keempat anggota FPI yang masih hidup dimasukkan ke dalam mobil tanpa borgol, setelah dua temannya tewas. Menurut Neta hal ini sangat aneh, mengingat saat penangkapan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya saja polisi memborgolnya saat dibawa ke sel tahanan.

Pelanggaran SOP kedua, saat penyidik Polda Metro Jaya memasukkan keempat anggota FPI yang baru selesai baku tembak ke dalam mobil yang berkapasitas delapan orang. Menurut Neta, hal itu adalah tindakan yang tidak masuk akal, sebab jumlah penumpang mobil yang overload alias kelebihan kapasitas.

Pelanggaran SOP terakhir, kata Neta, saat anggota polri yang seharusnya terlatih terbukti tidak Promoter dan tidak mampu melumpuhkan anggota FPI yang tidak bersenjata.

Dan dari kritiknya tersebut Pane kembali mendesak Komnas HAM dan Komisi III DPR RI untuk membentuk tim indepenpen pencari fakta agar kasus ini jelas duduk perkaranya.

IPW berharap Mabes Polri mau mengakui adanya pelanggaran SOP tersebut. IPW juga berharap Komnas HAM dan Komisi III DPR mau mencermati pelanggaran SOP yang kemudian menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM dalam kematian anggota FPI yang mengawal Rizieq Shihab,” ujar Neta dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Desember 2020.

Baca:  TNI Bantah Terlibat Dalam Penyidikan Bentrok FPI-Polisi

Dari ketiga kecerobohan ini terlihat nyata bahwa aparatur kepolisian sudah melanggar SOP yang menyebabkan keempat anggota FPI itu tewas di satu mobil,” kata Neta.

Komentar netizen:

Abdul Karim Amarullah
6 orang dibantay, 4 melarikan diri.
Kapasitas mobil Avanza 2 3 3 = 8 org dewasa.
Yg 2 duduk dimana?? Di atas mobil?
Atau pangku2an.
Mobil pengawal duduk berdesakan.. mobilitas nya akan berkurang.. mana mungkin pengawal duduk berdesakan.
Pake otak lah..

Johan Sahrial
Rekonstruksi paling lemah… Gimana mau di BAP krn semuanya mati… Jika sampai masuk pengadilan semoga aja jaksa hakim mengembalikan berkasnya krn ngak sempurna…. Krn objek hukumnya ngak bs di BAP krn sdh meninggal

Miftah Fuad
Ayo sebutin namanya yg membela diri dengan mengorbankan anggota fpi.. dikasih penghargaan dong kan udah berhasil membela diri… Dilihat wajahnya biar masyarakat bisa kasih pujian secara langsung

Syaiful Umam
Jngn cri keadilan d dunia. Klo mau cri keadilan mati dulu baru tau arti keadilan. Udah berantas aja pak polisi yg suka bikin provokasi. Mau nitizen blg keadilan mana, keadilan mana. Udh dor sklian itu biar tau arti keadilan.

Baca:  Menunggu Jenazah Korban Bentrok FPI-Polisi, Romo Syafii Merasa Tertipu

Yahya Iswadi
Habib yg sdh tua aj diborgol….yg ktnya melawan pakai senpi mlh nggk diborgol.

Wahyu Van Unet
Berarti orang tersebut masih hidup (poto). Kalo nggk salah lihat ada 4 orang di poto. Mereka semua tidak tewas di KM50.

Ketut Surono
Demi kepentingan NEGARA DAN GENERASI MUDA KE DEPAN jangan takut ham dan sebagainya sebelum Indonesia di jadikan SURIAH ke 2 mulai sekarang harus di basmi RADIKALISME

Bambang Suryokolo
dr versi polisi neta s pane pun sdh berhasil menerjemahkan ini ” Pelanggaran SOP yang mengakibatkan Pelanggaran HAM ” . ini belum yg dr komnasHam .

Mas Cip
#Negara tidak boleh kalah dari oknum polisi pelanggar hukum.
Karena mereka cuma menyenangkan atasan, majikan, dalang dan cukong pemodal dengan berperilaku sadis, licik dan picik.

Arif Dowangajelah
Intinye sape dah manusianye yg udeh ngebunuh 6manusia??? Klo lu polisi gentel unjukin muka sama congoran lu!!!

Hengky Dharma
Bener kata ust tengku kalau benar polisi memenuhi sop ya dikasih penghargaan dan disebutkan nama polisinya supaya masyarakat tahu

Komentar lainnya