banjir
Kondisi pascabanjir bandang di Adonara, Kabupaten , , pada Minggu (04/04). Foto: bbc.com

di Flores Timur, NTT, menyebabkan puluhan warga meninggal dunia, ratusan mengungsi, dan puluhan lainnya masih hilang”

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Ketua RI meminta tim SAR untuk memperkuat koordinasi dan terus mencari korban banjir bandang di NTT.

“Terus lakukan pencarian korban. Koordinasi semua kekuatan SAR, dan tim SAR terdekat seperti di Bali dan NTB saya harap membantu pencarian korban,” ungkap Puan, dalam keterangan persnya, Senin (5/4/2021) siang.

Politisi PDI-Perjuangan tersebut juga meminta pihak-pihak terkait untuk mencari penyebab banjir bandang sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Koordinasi penanganan banjir bandang di NTT, menurut Puan, harus melibatkan tim SAR di Flores dan di Provinsi NTT, Badan Penanggulangan Bencana Nasional () pusat dan daerah, -, serta pemerintah daerah.

Baca Juga:   KPU Usul Pelaksanaan Pemilu 2024 Digelar Februari-Maret, Pilkada Serentak November

Puan juga mengingatkan, penanganan kondisi darurat seperti penyediaan obat dan makanan, trauma healing, penanganan masyarakat rentan (lansia, anak-anak, difabel, atau berkebutuhan khusus), harus tetap dilakukan serta bersiap mengantisipasi bencana susulan.

“Mitigasi bencana ditingkatkan, masyarakat dan Pemda serta BNPB setempat diharap waspada cuaca ekstrem,” lanjut Puan, “Kerahkan sumber daya daerah dan pusat. Kerahkan kekuatan dari Pemda/BPBD, TNI, Polri, masyarakat, dan semua stakeholders untuk melaksanakan tanggap darurat,” pungkasnya.

Diketahui, BMKG merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan deras dan angin kencang di wilayah NTT dalam sepekan ini, mulai tanggal 3 April sampai dengan 9 April 2021. Hingga Senin (5/4/2021), terjadi banjir bandang di wilayah NTT.

Baca Juga:   Setelah Serang Indonesia, Topan Seroja Serbu Australia

Perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur menyebabkan ratusan warga mengungsi, puluhan warga lainnya hilang, serta puluhan warga meninggal dunia.

Berdasarkan data BMKG, luas cakupan bencana banjir itu sebanyak sembilan desa di empat kecamatan terdampak. Sedangkan kerugian materil masih tercatat 17 unit rumah hanyut, 60 rumah terendam lumpur, dan 5 jembatan putus.

Sampai berita ini ditulis, BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur. (trd/red)