PSI Tolak Impor Beras, Ini Alasannya
resmi menolak dengan mengeluarkan empat alasan. (Ilustrasi: PSSI)

Elangnews.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak rencana pemerintah yang akan mengimpor satu juta ton beras. Pemerintah dianggap tidak transparan dan khawatir malah nanti berujung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam pernyataan terbuka PSI menyebutkan sejumlah alasan penolakan impor beras. Pertama, impor beras seharusnya dilakukan dengan memperhitungkan waktu panen. Sampai Juni, stok masih aman karena ditopang panen April-Mei.

Kedua, melaporkan kelebihan stok hingga ratusan ribu ton. Namun tetap mau impor. Ini melahirkan kecurigaan.

Baca Juga:   Jokowi Ajak Gaungkan Benci Produk Asing, Netizen: Produk China Juga Pak?

Ketiga, Indonesia memerlukan data tunggal dan kredibel soal produksi dan konsumsi beras. Semua kebijakan harus didasari data tersebut.

Keempat, terkait rencana impor saat ini: apa dasarnya, importirnya siapa, beli di harga berapa. Harus transparan daripada di ujung terbelit korupsi. Kalau perlu minta KPK buat mendampingi.

Koordinator Juru Bicara DPP PSI Kokok Dirgantoro menyatakan pemerintah harus jelas yang menjadi dasar alasan impor. “Jangan ada kesan hanya dijawab diplomatis, sementara banyak kecurigaan terjadi perburuan rente,” ujar Kokok.

Baca Juga:   Susi Pudjiastuti: Pak Presiden Stop Impor Beras

Menanggapi pernyataan PSI, seorang netizen menyarankan agar hasil panen juga diperhatikan. Beras mereka, lanjutnya, harus dipastikan dibeli siapa, jangan-jangan malah yang beli mafia juga.

“Jangan sampai dibeli mafia pencari keuntungan rente sehingga harga jual petani murah dan harga beli masyarakat mahal. Akhirnya petani dan rakyat yang rugi. Bulog harus siap menyerap seluruh hasil panen petani,” ujar netizen yang menautkan pernyatannya kepada Pelaksana Tugas (Plt) PSI Giring Ganesha. (Yat/Red)