sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023, . Sumber: Facebook

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Sabtu (27/2) dini hari, Komisi Pemberantasan kembali menggelar operasi tangkap tangan. Kali ini tim menjemput Nurdin Abdullah, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun oleh elangnews.com bahwa 9 orang petugas KPK menjemput Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Makassar, sekira pukul 01.00 Wita.

Seperti dikutip dari suarasulsel.id, Nurdin Abdullah digelandang bersama sejumlah orang antara lain Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Thn); Nuryadi (Sopir pribadi Agung, 36 Thn); Samsul Bahri (Ajudan Gubernur Prov. Sulsel, Polri,  48 Thn); Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan); Irfandi (Sopir pribadi Edy Rahmat).

KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu koper uang sebesar Rp1 Miliar. Barang bukti tersebut disita dari Rumah Makan Nelayan Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Sampai artikel ini ditulis, diketahui rombongan sudah diberangkatkan ke Jakarta dengan pesawat Garuda.

Sementara itu di tempat yang terpisah, KPK melalui Plt. Juru Bicara Ali Fikri membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga:   Menteri Era Orde Baru Angkat Bicara Soal Korupsi Edhy Prabowo

“Benar, Jumat (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Sabtu, 27 Februari 2021.

Prestasi yang tidak biasa-biasa saja dari sang gubernur
Nurdin Abdullah mulai meniti karir sebagai pejabat publik saat terpilih sebagai Bupati Kabupaten Bantaeng selama dua periode, yaitu tahun 2008-2013 dan 2013-2018. Pada masa itu, Nurdin Abdullah merupakan Bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor.

Prestasi Nurdin Abdullah memang tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja, dia sudah mengkoleksi lebih dari 100 penghargaan, diantaranya pada Mei 2015 dia menerima penghargaan “Tokoh Perubahan” dari surat kabar Republika. Bahkan, pada 15 Agustus 2016, dia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari presiden Joko Widodo.

Pencapaian prestasi Nurdin Abdullah di bidang akademik juga tidak main-main. Sebelum terjun ke dalam dunia politik, dia adalah seorang akademisi. Tahun 1986 mendapat gelar sarjana dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Kemudian menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture (1991) dan S3 Doktor of Agriculture (1994) di Universitas Kyusu, Jepang.

Baca Juga:   Kasus Suap Pajak, KPK Geledah Kantor Pusat Bank Panin

KPK belum menjelaskan kasus Nurdin Abdullah
Sampai saat ini tim KPK masih terus bekerja dan belum bisa menjelaskan kasus yang menimpa Nurdin Abdullah.

“Tim masih bekerja dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” kata Ali Fikri. Sesuai KUHAP, KPK masih mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap (Nurdin Abdullah) tersebut.

Namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh elangnews.com, sebelumnya memang Nurdin sempat diadukan Forum Komunikasi Lintas (FokaL) NGO Sulawesi yang menyebutkan gubernur yang saat pilkada 2018 yang lalu diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini diduga terlibat dalam korupsi megaproyek Makassar New Port (MNP).

Nurdin, dianggap terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dengan melibatkan keluarga dan juga tim pemenangannya dalam proyek tersebut lewat PT Bentang Laut dan PT Nugraha Timur Indonesia. (trd/red)