fpi
Adegan rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam () pengawal di Karawang, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020. Diketahui penembakan terjadi Senin dini hari sekitar pukul 00.30 di Tol Cikampek Kilometer 50. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar.

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) secara resmi menetapkan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal dunia pada tanggal 7 Desember 2020 dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka kasus .

Seperti dikutip dari detikcom, keenam anggota tersebut diduga melakukan penyerangan dan kekerasan terhadap anggota kepolisian.

“Iya jadi tersangka 6 orang itu. Yang (Pasal) 170 itu memang sudah kita tetapkan tersangka. Kan itu juga tentu harus diuji, makanya kami ada kirim ke jaksa, biar jaksa teliti,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (3/3/2021) malam.

Meski keenam anggota lascar FPI tersebut sudah meninggal dunia, menurut Andi tetap bisa dijadikan tersangka, dan nantinya pengadilan yang akan memutuskan.

Baca Juga:   Ini Nama Identitas 6 Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi

“Iya, bisa lah. Kan jadi tersangka dulu baru nanti pengadilan yang putuskan bagaimana ke depan,” tuturnya.

Andi juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan.

“Hasil rapat koordinasi penyidik Bareskrim bersama Jampidum (Jaksa Agung Muda Pidana Umum) dan tim pada hari Selasa, tanggal 2 Maret 2021, untuk kasus penyerangan terhadap anggota Polri oleh laskar FPI, berkas perkara segera dilimpahkan ke JPU untuk dilakukan penelitian,” ujar Andi.

Sedangkan untuk kasus dugaan unlawful killing yang dilakukan oleh anggota Polri, Andi menjelaskan hal tersebut sudah dibuatkan laporan polisi (LP) dan saat ini penyelidikan masih berlangsung.

Baca Juga:   Komnas HAM Panggil Kapolda Metro Jaya, Humas Polda: Belum Ada Kepastian!

“Untuk dugaan unlawful killing, penyidik sudah membuat LP dan sedang dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti permulaan,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa ikut turun tangan mengusut kasus itu. Komnas HAM menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya pelanggaran HAM berat atas kejadian di Km 50 yang menewaskan enam anggota laskar FPI pengawal Shihab tersebut.

“Kami menyampaikan sebagaimana sinyalemen di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan, diasumsikan, sebagai pelanggaran HAM yang berat. Kami tidak menemukan indikasi ke arah itu,” kata Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers bersama Menko Polhukam Mahfud Md, Kamis (14/1/2021) yang lalu. (trd/red)