Politikus Gerindra Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Belum Bayar Dana Rp16,4 Miliar?
Politikus asal . (Foto: Sultrakini)

Elangnews.com, Jakarta – Baru saja menjabat setelah Pergantian Antar Waktu (PAW), anggota dari Sulawesi Tenggara, diduga tersangkut hukum dan kasusnya sudah ditangani .

Politikus Partai Gerindra Haerul Saleh harus berurusan dengan polisi setelah seorang pengusaha asal Jakarta, Surya Ismail Bahari, melaporkan kasus dugaan penipuan sebesar Rp16,4 miliar.

Pelaporan ke Polda Metro Jaya sebenarnya sudah terjadi pada 2019. Dari laporan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes kasusnya ditangani Reserse Kriminal Umum Polda metro Jaya.

“Saya sedang cek laporannya dan ini menjadi kewenangan Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” kata Yursi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/4/2021). “Kami akan segera proses,” tegasnya.

Baca Juga:   Polisi Akan Langsung Tangkap Rizieq Tanpa Proses Pemanggilan

Dalam keterangannya, Surya mengatakan semua bukti juga telah serahkan kepada pihak kepolisian. Saya sebagai masyarakat biasa ia hanya bisa berharap agar kasus ini segera dituntaskan oleh pihak kepolisian.

Menurut Surya, kasunya bermula sekira Juli 2018 silam. Haerul Saleh menemui dirinya dan mengatakan bahwa dirinya memiliki lahan di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk digarap.

Namun, anggota DPR RI Komisi XI (Keuangan) itu menerangkan bahwa untuk menggarap lahan tersebut dibutuhkan dana.

Saat itu Haerul Saleh juga mengatakan bahwa ia memerlukan dana untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100 ribu MT yang dikelola PT Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT Toshida Indonesia.

Baca Juga:   Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Beberkan Persoalan Bantuan Sosial Tunai

“Dana yang diminta jumlahnya mencapai Rp16,4 miliar. Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian akan dikembalikan pada dua bulan, sekitar awal Agustus 2018,” ujarnya.

“Tapi hingga saat ini saya belum terima duitnya sepeser pun,” lanjutnya. “Saya menduga ada intervensi dalam kasus saya ini,” tambah Surya tanpa menjelaskan secara gamblang bentuk dari intervensi itu.

Politikus muda gerindra Haerul Saleh menggantikan Imran anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra yang meninggal dunia pada 28 Maret 2020. Pelantikan Haerul sebagai anggota PAW digelar dalam rapat paripurna di Gedung Senayan Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Yat/Red)