PKS: Tidak Ada Presiden Tiga Periode, Ide yang Berbahaya
(Foto: Setkab)

Elangnews.com, Jakarta – Sudah lama beredar isu amendemen UU Dasan Negara Republik Indonesia yang dikaitkan dengan wacana jabatan presiden . Isu ini kembali menguat menyusul ‘’ Partai oleh Kepala Kantor Staf Kepresiden lewat (KLB) di Sibolangit, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021).

Wacana ini kembali digaungkan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono lewat akun pribadinya. “Siapa yang setuju kalau terpilih bisa dipilih lagi sampai tiga periode dan Jokowi, bisa nyalon di Pilpres 2024,” cuit Arief, Minggu (14/3/202100.

Baca Juga:   Jawab Sindirian JK ke Jokowi, Mahfud: Keluarga Pak JK Juga Laporan ke Polisi

“Periode dua SBY menang hampir 70% loh Jokowi cuma 55% pasti seru banget nih 2024,” tambahnya.

Menanggapi wacana tersebut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera () Mardani Ali Sera menegaskan tidak ada cerita presiden tiga periode. “Merupakan ide yang berbahaya, khawatir hal tersebut justru akan menjadi tirani bagi masyarakat. Apalagi ada cerita KLB Demokrat,” tegas Ali.

Pernyataan senada disampaikan Wakil Ketua dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah. Ia mengatakan, sampai saat ini tidak ada agenda untuk mengubah masa jabatan presiden. “Bagi PDIP masa jabatan dua periode seperti yang saat ini berlaku sudah cukup ideal,” kata Basarah.

Baca Juga:   Dewan Beras Nasional Tolak Impor, Keputusan di Tangan Jokowi

Aktivis Prodemokrasi Iwan Sumule secara hiperbola secara satire malah mengusulkan kalau mau amendemen UU Dasar sekalian saja masa jabatan diubah jangan tidak dua periode. Menurutnya sangat tanggung.

“Sekalian saja seumur hidup biar cucunya juga bisa jadi walikota,” sindirnya. (Yat/Red)