Pilot Batik Air dan Trigana Air Dikandangkan, Ini Alasannya
Maskapai (Foto: Instagram)

Elangnews.com, Jakarta – Dua insiden pesawat yang menimpa maskapai Batik Air dan pesawat kargo membuat Kementerian Perhubungan bersikaap tegas. Insiden di dua tempat berbeda itu menyebabkaan kedua pilot maskapai tersebut dilarang terbang (preventive grounding).

Menurut Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Dadun Kohar, sanksi tersebut merujuk pada kasus Batik Air yang sudah terbang kemudian balik lagi ke Bandara Sultan Thaha Jambi dan peristiwa mendaratdaruratnya Triagana Air di Halim Perdanakusuma.

“Sanksi sesuai pasal 4 Permehub No. 46/2015. Bagi penerbang yang mengalami insiden pada penerbangan akan dilakukan tindakan pencegahan terbang, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan selama 90 hari terhitung dari hari terjadinya insiden,” kata Dadun dalam pernyataannya yanag diterima Elangnews.com, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga:   Batik Air Neo A320 Diseruduk Mobil, Kok Bisa?

Menurut Dadun, larangan terbang dapat dicabut setelah pilot menyelesaikan cek kesehatan secara menyeluruh dan juga selesai mengikuti recovery training program after incident.

“Kegiatan ini diawasi Inspektur Operasi Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” ujarnya.

Insiden pesawat Batik Air terjadi pada 6 Maret 2021. Ketika itu pesawat A320-241 yang membawa enam awak pesawat, 114 tamu dewasa, dua tamu anak-anak, serta 1 satu balita setelah terbang kembali lagi ke Bandara Sultan Thaha. Pilot memutuskan kembali ke bandara semula diduga karena ada masalah teknis.

Baca Juga:   Kemenhub Tindak Lanjuti Larangan Mudik Berdasarkan Survei Persepsi Publik

Sedangkan pesawat kargo Trigana Air mendarat di Halim Perdanakusuma. Pilot memutuskan diduga karena ada masalah dengan mesin pesawat.

Akibat pendaratan ini seluruh penerbangan niaga terjadwal dari Halim dipindahkana ke Bandara Soekarno-Hatta. Totalnya 49 penerbangan terdiri 22 keberangkatan (10 keberangkatan Citilink, 12 keberangkatan Batik Air) dan 27 kedatangan (10 kedatangan Citilink dan 17 kedatangan Batik Air). (Yat/Red)