Pengamat Intelijen Menyebut Deradikalisasi BNPT Gagal
Tersangka yang ditembak hingga tewas di . (Foto: Istimewa)

Elangnews.com, Jakarta – Pengamat Intelijen dari Universitas Indonesia Ridwan Habib menegaskan deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan (BNPT) gagal. Serangan di Mabes , kemarin adalah aksi ke-553 sejak tahun 2000-2021.

“Data riset kami, serangan bersenjata ada 149 kasus dan serangan ke aparat polisi 97 kasus,” kata Ridwan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Ridwan menceritakan, dalam kunjungan ke lapas-lapas selama ini proses deradikalisasi yang dilakukan pemerintah sangat formalitas.

“Jadi pesan ruangan seperti ini pasang spanduk, lalu kemudian nanti ada narasumber masuk, ikhwan-ikhwan itu nggak ada yang mau masuk, duduk saja di depan, seperti Abu Tholut, Ustad Ahwan enggak masuk nggak apa-apa yang penting tanda tangan. Itu riil dan saya debat ini dalam ujian tesis saya dengan Prof. Irfan Idris dari BNPT,” papar Ridwan.

Baca Juga:   Menyusul Aksi Terorisme, Amerika Ingatkan Warganya di Indonesia

Melihat kenyataan tersebut, Ridwan mengusulkan kepada pemerintah untuk menggandeng influencer. Tidak cukup mengandalkan program pemerintah yang formalistik.

“Kenapa pemerintah, kenapa BNPT, kenapa Mabes Polri tidak menjalin komunikasi dengan influencer-influencer lalu sama-sama menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Baca Juga:   [OPINI] Blanko Kosong Terorisme

Ridwan misalnya membayangkan seorang Hidayat Nur Wahid yang memahami ushuluddin alumni Madinah datang ke penjara atau ke Lapas Nusakambangan. Kemudian berdebat dengan Aman Abdurrahman dan disiarkan secara langsung. Bukan ceramah atau seminar,” ujarnya.

“Bayangkan kalau pemikiran seperti itu tidak dilawan, harus dilawan, karena kalau tidak kita diskusi lagi, diskusi lagi ngak akan selesai,” kata Ridwan. (Yat/Red)