Pembisik 'Benci Produk Asing' Ternyata Mendag Muhammad Lutfi
Muhammad Lutfi meminta masyarakat tidak membesar-besarkan isu kampanye . (Foto: Setkab)

Elangnews.com, Ajakan Presiden untuk menggaungkan benci produk asing dan meminta pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk menyingkirkan dari rak-rak strategis ternyata bukan ide Jokowi sendiri.

Usulan itu datang dari Mendag Muhammad Lutfi sesaat sebelum Presiden berpidato dalam rapat koordinasi nasional Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021).

“Apa yang dikatakan Pak Jokowi tak lepas dari kesalahan saya,” kata Lutfi dalam keterangan secara virtual, Kamis (54/3/2021).

Sebelum Presiden Jokowi berpidato, kata Lutfi, mantan Dubes Amerika Serikat itu membisikkan laporan terkait adanya e-commerce yang menjual produk barang lintas negara dan praktik predatory pricing yang membunuh kompetisi dan mengganggu UKM dan di Indonesia.

Baca Juga:   Survei SMRC: Pergeseran Suara Pendukung Jokowi ke Ganjar

Rupanya, Presiden marah mendapat laporan tersebut dan diekspresikan dalam pidatonya. “Yang salah ini adalah Menteri Perdagangan. Saya sendiri,” kata Lutfi.

Lutfi mengatakan, kampanye cintai produk Indonesia dibandingkan produk impor yang digaungkan Presiden tersebut merupakan respons terhadap praktik perdagangan digital yang berperilaku tidak adil terhadap UMKM.

Pernyataan Presiden Jokowi, kata Lutfi, mengingatkan bawa telah terjadi praktik perdagangan digital yang membunuh UMKM. “Untuk itu, kita harus membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM agar naik kelas,” kata Mendag.

Baca Juga:   Jokowi Lantik Dua Gubernur Pemenang Pilkada yang Diusung PDIP

Mendag meyakinkan, pernyataan terebut bukan berarti Presiden anti impor. Indonesia bukan bangsa yang menyukai proteksionisme karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan.

“Tetapi Indonesia juga tidak boleh menjadi korban ketidakadilan dari raksasa digital dunia. Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak,” ujarnya.

Menurut Lutfi, pernyataan Presiden tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, tapi jadikan penyemangat untuk mendorong produk lokal meningkatkan kualitasnya. “Dan mendorong kita semua untuk mencintai produk-produk lokal,” ujar Mendag. (Yat/Red)