Nurdin Abdullah OTT, Bung Hatta Award Tunggu Hasil Pemeriksaan KPK
Gubernur Sulawesi Selatan . (Foto: Pemprov Sulsel)

Elangnews.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (), justru pengelola Bung Hatta Award yang banyak ditanya wartawan.

Lantaran banyak yang meminta keterangan sampai-sampai Perkumpulan Bung Hatta Award memberikan klarifikasi langsung lewat media sosial.

“Kami sangat terkejut dan prihatin dengan berita tentang Pak Nurdin Abdullah pagi ini. Beliau mendapat award tahun 2017 ketika masih menjabat Bupati Bantaeng, Sulsel,” tulis pengelola Bung Hatta Award, Sabtu (27/2/2021).

“Kami menunggu konferensi pers KPK mengenai hasil pemeriksaan 1×24 jamnya. Terima kasih atas perhatian kawan-kawan semua,” tambahnya.

Jadi Percontohan Daerah Lain

Nurdin Abdullah diganjar anugerah bergengsi Bung Hatta Award pada 2017. Itu adalah penghargaan tertinggi bagi para pejabat publik dan pegiat yang menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih antikorupsi.

Dikutip dari laman perkumpulan bunghattaaward.org disebutkan alasan dewan juri memberikan penghargaan. Disebutnya, selama dua periode memimpin Bantaeng, Nurdin Abdullah telah banyak membuat gebrakan dalam pembangunan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan ini.

Baca Juga:   Jokowi Ikut Salatkan Jenazah Artidjo Alkostar di Masjid UII

“Berbagai perbaikan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi di Bantaeng terjadi berkat berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan Nurdin Abdullah sejak awal menjabat,” tulisnya.

Disebutkan juga, sejak tahun 2015, sudah sekitar 200 pemerintah kabupaten dan provinsi dari seluruh Indonesia yang belajar langsung ke Bantaeng mengenai peningkatan pelayanan publik dan terobosan dalam reformasi birokrasi.

Di akhir kepemimpinannya di Bantaeng, Nurdin kemudian terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dalam Pilkada serentak 2018.

Sejak tahun 2015, sudah sekitar 200 pemerintah kabupaten dan provinsi dari seluruh Indonesia yang belajar langsung ke Bantaeng mengenai peningkatan pelayanan publik dan terobosan dalam reformasi birokrasi. Diakhir pemimpinannya di Banteng, Nurdin kemudian terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dalam Pilkada serentak 2018.

Dewan Juri dalam Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2017 adalah Betti Alisjahbana, Bivitri Savitri, Endy M. Bayuni, paulus Pambudhi dan Zainal Arifin Mochtar.

Baca Juga:   KPK Bongkar Skandal Pajak, Bakal Pecahkan Rekor Gayus Tambunan?

Susah Mencari Kejujuran

Sejarawan dan juga pengamat sosial JJ Rizal menyatakan bila susah mencari orang jujur dan bebas korupsi di negara ini, panitia Bung Hatta Award memberikan hadiah jangan kepada orang yang masih hidup. Berikan saja penghargaan tersebut bila orangnya atau tokohnya telah mati.

“Kalau pada yang masih hidup susah dicari keteladanan pejabat sejujur Bung Hatta, mungkin agar tak mencemari apa bukan saatnya Bung Hatta Award itu diberikan saja pada yag sudah mati?” cuit Rizal penuh satire.

Rizal melanjutkannya dengan mengutip pernyataan Bung Hatta. Menurutnya ungkapan Hatta itu sangat relevan dengan kasus yang menimpa para elite dan pejabat belakangan ini.

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur sulit diperbaiki,” tulis Rizal mengutip Bung Hatta. (Yat/Red)