AZWAR – Sampai sekarang rasanya saya masih tidak percaya, bagaimana bisa sebagian dari anak bangsa kita merasa bahagia mendengar anak bangsa yang lain di zalimi sampai mati.

Rasa-rasanya kebencian antar anak bangsa sudah demikian berkarat. Sampai-sampai satu dengan yang lain begitu kalap. Diluar kelompoknya dianggap Penjahat. Makanya kalau ada yang mati sekalipun dizalimi merasa wajib disyukuri.

Innalillahi wa innailaihirrajiun….

Padahal masalahnya cuma perbedaan PANDANGAN POLITIK. Sekali lagi saya tegaskan, ini cuma masalah perbedaan PANDANGAN POLITIK. Masalah dukungan Politik.

Kalau kebencian dan sikap permusuhan ini tetap kita rawat, maka masa depan Indonesia benar-benar gawat darurat. Contohnya, suatu saat ada suatu daerah yang masyarakatnya terkena musibah bencana alam, sebut saja Gempa atau Banjir Bandang. Ratusan orang meninggal jadi korban. Lalu rakyat di daerah yang lain yang berbeda dukungan Politiknya justru akan melakukan pesta syukuran.

Mari kita tanya nurani kita masing-masing, Apakah kondisi Indonesia seperti ini yang kita inginkan di masa depan?

Berarti kita tinggal menunggu waktu negeri ini akan pecah terkeping-keping karena perbedaan identitas Politik.

Saya melihat rakyat kita belum siap untuk berdemokrasi secara dewasa. Bahkan Pemerintahnya. Semua yang berbeda sikap Politik dianggap lawan. Harus dimusnahkan. Semua yang tidak sependapat dianggap Penjahat. Harus disikat. Harus ditangkap. Kalau mati malah disyukuri.

Padahal sistem Demokrasi justru mengharuskan adanya perbedaan. Kalau ada yang berkuasa maka harus ada yang mengkritisi. Kalau ada yang menjalankan Kekuasaan maka harus ada yang mengawasi. Kalau ada yang mendukung Pemerintah maka harus ada yang menjadi Oposisi.

Saatnya kita kembali semua merenung.

Kita semua harus kembali belajar. Agar bisa membedakan dan memisahkan antara nafsu politik dan rasa keadilan. Jangan sampai nurani kita kalah dengan monyet. Karena monyet saja yang sering bertengkar diantara kawanannya, tapi kalau ada yang mati, maka yang lain tetap meratapi.

Atau jangan-jangan diantara kita sudah ada yang moralitas dan nuraninya lebih rendah dari Monyet…?

Pantas saja ada yang menganggap kalau korupsi Dana Bansos adalah kejahatan biasa saja, sedangkan fake Chat Porno WhatsApp dia anggap kejahatan luar biasa.

Kepada Koruptor mereka cium tangan sebaliknya kepada Ulama mereka teriakkan perang.
Dasar Kutu Monyet !

Komentar Followers

Jimy Lee
Kasian rakyat nya,udah terdzalimi ,kena predikat buruk pula;tak siap berdemokrasi…?!
Siapa sebenarnya yg tak siap berdemokrasi…?!

Neneng Zubyani
Akibat revolusi mental yg menjauhkan agama dari kehidupan manusia…kegembiraan mrk atas pembantaian ini persis seperti org yg tdk percaya tuhan….!

Rosika Darmawan
Negara kita blm siap untuk berdemokrasi…. Blm siap untuk berbeda pandangan politik…

Follow AZWAR