musik
Ilustrasi gambar: Elangnews.com/Suray

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Unggahan Presiden di akun twitter pribadinya mengucapkan Selamat 2021.

menulis, “Tak ada pertunjukan, tur, sampai festival musik dalam satu tahun ini. Tapi saya tahu, pemusik-pemusik Indonesia tak mudah patah semangat.”

Tak pelak, unggahan itu menuai banyak reaksi dari warganet.

Salah satunya dari Yogie dengan akun @yogiesanjaya_, “Kami rindu konser offline pakde, semoga pemerintah udah mulai mau mikirin gimana caranya industri musik panggung ini bisa berputar lagi.”

Baca Juga:   Manajemen Baru Persis Solo, Ada Nama Kaesang Pangarep dan Agakhan Erick Thohir

Lain lagi dari Sinta Soemardijono @Sintamahalona yang menulis, “Selamat Hari Musik Nasional, smg para pemusik msh semangat berkarya.”

Tentang musik, ada sebuah artikel menarik ditulis Fahrul Rozi jurusan filsafat bertajuk “Musik adalah Filsafat yang Berirama.”

Fahrul menjelaskan, “Mengapa demikian? Didalam musik ada yang disebut ritme. Secara fisika, ritme merupakan keteraturan atau keajegan nada-nada untuk menghasilkan irama yang indah. Sehingga dengan adanya konsistensi, maka terciptalah suatu keindahan.”

Dia juga menambahkan, “Selain itu secara ontologis, musik lahir karena ungkapan hati seseorang. Entah ia marah, sedih, kecewa dan seterusnya.”

Baca Juga:   Heboh Miras, Kenapa Lampiran III Perpres No 10 Tahun 21 Sangat Berbahaya?
hmn
Sumber: akun twitter pribadi Jokowi

Bagi sebagian kita musik merefleksikan daya patriotik pembebasan nasional seperti pada era penjajahan kolonial.

Hari ini di masa pandemi dan era globalisasi tentu situasi menjadi berbeda.

Musik dipaksa untuk tetap menjaga kualitasnya sambil berkolaborasi dengan platform digital.

Seperti cuitan dari @raeyoratian kepada Presiden Jokowi, “Oiya pak, bantu musisi bangun ekosistem dan sistem industri musik yang sehat ya pak. Biar musik Indonesia berkembang lebih baik.”

Selamat Hari Musik Nasional. (trd/red)